Memuaskan, Dana KPR Bagi MBR Telah Terealisasi Rp.3,256 Triliun
Akad Kredit (Foto:dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dana dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2016 dianggarkan sebanyak Rp10,127 triliun. Saat ini dana KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah terealisasi senilai Rp3,256 triliun.

Dana tersebut diberikan kepada Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

“Realisasi akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per Agustus 2016 cukup memuaskan. Dari laporan kinerja bulan Agustus yang dikeluarkan oleh PPDPP tercatat telah disalurkan dana untuk 33.347 unit senilai Rp 3,256 triliun,” demikian yang tertulis di laporan PPDPP, Senin (26/9).

Apabila diuraikan, Rp10,127 triliun terdiri dari dana bagi MBR senilai Rp9,227 triliun dan proyeksi pengembalian pokok sebanyak Rp900 miliar.

Maka dari itu, proyeksi ketersediaan dana sebesar Rp10,127 triliun ditargetkan dapat membiayai 95.000 rumah.

Kemudian, keseluruhan jumlah penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai bulan Agustus 2016 ialah 470.943 rumah dengan nilai FLPP senilai Rp25,848 triliun.

Sekarang ini, BTN masih menjadikan bank pelaksana dengan realisasi penyaluran terbanyak sekitar 28.080 unit, dibelakangnya ada BTN Syariah 1.612 unit, dan BRI Syariah 1.479 unit.

Sementara itu, Jawa Barat tetap menjadi provinsi terbanyak memanfaatkan dana FLPP, sebab faktornya dari banyak pusat-pusat industri di kawasan ini dan merupakan provinsi paling dekat dengan Ibu Kota, disusul Banten, Riau, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Hingga Agustus 2016, PPDPP sudah menggandeng 24 bank pelaksana, antara lain, BTN, BTN Syariah, BRI, BRI Syariah, Bank Mandiri, Bank Mandiri, Sumsel Babel, Sumselbabel Syariah, BNI, Bank Artha Graha, Bank Riau Kepri, dan Bank Sumut.

PPDPP juga menjalin kerja sama dengan Bank Jatim, Bank Nagari, Bank Kalteng, Bank Kalsel, Bank Sumut Syariah, Bank Sultra, Bank NTT, Bank Papua, Bank DIY, Bank NTB, BJB, Bank Jateng, dan Bank Mayora.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, dalam menyediakan lokasi penampungan yang layak, Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Bayongbong di Kecamatan Mangkurakyat, Kabupaten Garut, sudah digunakan untuk para pengungsi banjir bandang.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Jawa Barat Duni Isa menjelaskan bahwa dari 98 unit yang tersedia di rusunawa ini 60 unit yang di antaranya sudah terisi dengan pengungsi berjumlah 259 jiwa.

Pada umumnya pengungsi berasal dari permukiman yang terdampak sekitar RSUD Dr. Slamet.

“Malam ini akan ada penambahan pengungsi sejumlah 30 KK dari lokasi Makorem. Keseluruhan unit dalam keadaan siap huni,” papar Duni dalam keterangan tertulis yang diterima pers, Senin (26/9).

(kps)