Melelahkan, Transjakarta ini memiliki 117 Anak Tangga
Tangga Rute Ciledug- Kapten Tendean (Foto: tribun)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Transjakarta akan mempunyai halte baru dengan koridor rute Ciledug-Kapten Pierre Tendean.

Koridor ke-13 tersebut memperoleh perhatian dari masyarakat sebab letak haltenya tak biasa.

Pasalnya, halte ini menempel di jalan layang, tingginya mencapai 13 meter dari permukaan tanah dan dikhawatirkan menyulitkan para penumpang saat mengaksesnya.

“Memang menakjubkan tangganya. Lumayan saya naik-turun. Sangat memberatkan,” papar Direktur RUJAK Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja kepada pers, baru-baru ini.

Ia mengaku sudah menyusuri tangga ini dan merasakan kakinya sakit hingga malam hari. Terlebih, karena lututnya mempunyai kelainan dislokasi habitualis pada patella.

Meski begitu, Elisa menjelaskan bahwa dirinya sering dan bahkan rutin menaiki Transjakarta, namun tak mengalami keluhan apapun. “Total anak tangga 117, dengan 3 anak tangga yang lebih pendek,” jelas Elisa.

Sedangkan, untuk waktu yang ditempuh saat menaiki atau menuruni tangga tinggi ini, ia tak tahu pasti. Hal tersebut dikarenakan, ia seringkali terhenti untuk membuat cuitan di akun Twitter dan mengambil foto.

Sebelumnya diberitakan, dengan tinggi 20,7 meter dan lebar 1-1,5 meter, halte Transjakarta tersebut sangat sulit dicapai calon penumpang bus khusus, seperti anak-anak, orang tua, wanita hamil dan penyandang disabilitas.

Rencananya, halte di bawah 13 meter akan tetap memakai tangga. Sedangkan halte di atas 13 meter akan ada kombinasi tangga dan eskalator.

Berdasarkan desain pembahasan 2014, terdapat tiga halte yang sementara akan dikombinasikan dengan eskalator, meliputi halte Carrefour Kebayoran Lama, Cipulir, dan Simpang MRT (CSW).

Halte Transjakarta nantinya akan berdekatan dengan stasiun MRT Sisingamangaraja. Jalan Layang Ciledug-Kapten Pierre Tendean sendiri dibangun sepanjang 9,3 kilometer.

Jalan yang direncanakan khusus untuk jalur Transjakarta tersebut membentang dari Ciledug lewat Kebayoran Lama, kawasan Trunojoyo, sampai Jalan Kapten Pierre Tendean.

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menuturkan akan menambahkan eskalator dan lift. Akan tetapi, menurut Elisa hal ini juga bukan solusi yang tepat. “Jika sudah ada eskalator, selain yang ingin olahraga, mungkin tangga itu tidak akan ada gunanya,” jelas Elisa.

Elisa menambahkan, melihat kondisi halte dan jalan layang sekarang ini, ia meragukan eskalator atau lift dapat dipasang.

Lubang yang ada hanya bisa dipakai untuk tangga. Jika lift atau eskalator ingin ditambah sebelah timur, maka akan bertepatan dengan perempatan CSW atau di tangah jalan.

(kps)