Mau Tau Rasanya Nge-Kos Rp.4 Juta/bulan? Lihat Apa Kata Mereka Yuk!
Indekos Mahal di Jakarta (Foto: rozzaja)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kamar kos senyaman hotel berbintang mudah ditemui di Jakarta. Harganya mulai Rp.4 juta hingga Rp.7 juta per bulan.

Tarif ini tergolong mahal untuk beberapa pekerja yang masih berstatus karyawan kelas menengah dan bawah.

Walaupun tarifnya terbilang tinggi, namun rumah indekos banyak yang terisi penuh oleh penghuninya. Sebab, harga mahal sebanding dengan kelengkapan fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan

Hal ini dikisahkan oleh ekspatriat asal Jepang, Michiyo Higashi. Sampai Desember 2016 kemarin, perempuan yang akrab dipanggil Michi ini, tinggal di kamar indekos kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Setiap bulannya, ia membayar Rp.6,5 juta,

Michi mengakui tarif tersebut sangat mahal untuk rumah kos di Indonesia. Namun, harga yang ia bayarkan cukup sepadan dengan apa yang ia dapatkan saat menghuni.

“Kamar kos saya cukup bagus. Ada laundry setiap hari, kamar dibersihkan setiap dua minggu sekali,”papar Michi kepada pers, baru-baru ini.

Salah satu bagian favoritnya yakni keberadaan rooftop untuk menerima tamu atau sekadar makan. Tempat tersebut juga sangat menyenangkan untuk bersantai.

Rooftop-nya ada di lantai 6. Untuk ke sana, saya bisa menggunakan elevator,” imbuh Michi.

Akan tetapi, menurut Michi, hal yang paling menguntungkan tinggal di rumah indekos ini ialah lokasinya yang strategis. Rumah indekosnya sangat dekat dengan kantornya yang juga berada di kawasan Setiabudi.

“Lokasinya dekat dengan kantor saya. Dan, ya untung penghasilan saya cukup untuk membayar kamar ini per bulan,”jelas Marketing Planner di sebuah perusahaan periklanan ini.

Hal sama juga dirasakan Ilmi, karyawan di perusahaan operator telekomunikasi. Ia pernah tinggal di kamar bertarif Rp.4,5 juta per bulan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan tarif besar ini, Ilmi mengaku memperoleh fasilitas yang bagus, dan lengkap. Bahkan ada sarapan untuknya setiap pagi

“Interiornya bagus, kamar luas, dan tersedia balkon,” ungkap Ilmi.

Terkadang, Ilmi merasa tidurnya tak nyaman sebab penghuni kamar lainnyabiasa pulang dini hari. Pasalnya, kebanyakan penghuni kosyang ia tempati di dominasi ekspatriat.

Ilmi menuturkan, biasanya mereka yang pulang dini hari usai pulang dari menikmati hiburan malam.

“Ruangannya tidak kedap suara, jadi terdengar suara ramai ketika mereka baru pulang,” keluhnya.

Rumah indekos yang serupa dengan hotel bintang lima< ini tidak hanya dihuni oleh pekerja asal Indonesia, namun juga ekspatriat. Biasanya, rumah kos seperti ini menawarkan tipe kamar dengan harga berbeda-beda.

Misalnya, rumah indekos putri di kawasan Bendungan Hilir, Agora, menawarkan tarif untuk tipe standar seharga Rp.3,5 juta per bulan, tipe deluxe Rp.4 juta per bulan, dan tipe suiteRp.4,5 juta per bulan.

Perbedaannya ada pada luas kamar dan pemandangan yang bisa dilihat dari kamar.

Menurut Farah, penghuni kos biasanya tinggal minimal setahun atau lebih.”Sedangkan tipe kamar dengan di atas Rp.4 juta biasanya penghuninya berganti-ganti, dalam waktu kurang dari setahun,”jelasnya.