Mau KPR Sampai 30 Tahun? Sekarang Bisa!
KPR Rumah (Foto: beritakotamakassar)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Perbankan semakin fleksibel dalam menyediakan produk pinjamannya, yakni kredit jangka panjang sehingga angsurannya lebih kecil. Salah satunya Bank UOB yang memberikan KPR sampai 30 tahun.

Terobosan ini diberikan agar masyarakat bisa lebih mudah dalam membeli rumah yang harganya semakin melambung yang kenaikannya tak seimbang antara gaji dengan kenaikan harga rumah.

“Makanya kami mengeluarkan KPR bertenor panjang mencapai 30 tahun sehingga walaupun harga rumah naik bisa tetap ringan karena dicicil lebih panjang,” tutur Senior Vice President Mortgage & Secure Loan Bank UOB Indonesia, Fredy Soekendro, di Jakarta, baru-baru ini.

Jangka waktu KPR yang diberikan perbankan sekarang ini rata-rata 15 tahun. Ada juga segelintir yang memberikan sampai 20 tahun. Sebelum produk UOB, hanya Bank BTN yang menyediakan kredit jangka panjang 25 tahun khususnya untuk konsumen rumah murah.

Fredy mengatakan persyaratan untuk memperoleh KPR 30 tahun sama dengan pengajuan KPR biasa. Dikatakan, produk yang ditawarkan UOB tersebut cocok untuk generasi muda yang tengah memulai karirnya.

Jika ingin membeli rumah mereka tak perlu menunggu gajinya besar, sebab bila selalu ditunda harga rumah semakin tak terkejar.

“Atas dasar harga rumah yang terus naik inilah kami memberikan tenor KPR ekstra panjang hingga 30 tahun sehingga cicilannya lebih ringan. Bunganya 9,99 persen fixed 3 tahun dan bunga floating kami saat ini 13,99 persen. Selain KPR kami juga memberikan fasilitas take over, tambahan kredit (top up), dan kredit multi guna,” jelasnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Bank Dunia merealisasikan komitmen pinjaman di bidang perumahan dan pengembangan wilayah pariwisata. Dana yang disalurkan sebanyak 454 juta dolar AS yang terbagi dalam beberapa program.

Ada dua program yang akan dijalankan yakni meningkatkan akses perumahan terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pembangunan infrastruktur di tiga destinasi wisata prioritas seperti di Borobudur, Danau Toba, dan Mandalika. Program untuk MBR meliputi pekerja formal dan informal.

“Alokasi untuk program national affordable housing project sebesar 450 juta dolar AS, sementara 4 juta dolar untuk pengembangan destinasi wisata selain ada tambahan hibah 2 juta dolar. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaannya hingga 60 bulan,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, setelah pertemuan dengan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chavez di Jakarta, baru-baru ini.

Dari 450 juta dolar atau Rp.5,9 triliun untuk rumah murah tersebut 225 juta dolar dialokasikan untuk subsidi perumahan. Seperti, subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan subsidi bantuan uang muka (BUM). Adapun 225 juta dolar untuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

“Dana itu untuk membiayai 1,2 juta unit rumah bagi pekerja formal dan informal. Programnya akan dilaksanakan mulai Juli 2017 hingga tahun 2020. Untuk infrastruktur tiga kawasan strategis pariwisata akan dibangun infrastruktur berupa jalan, homestay, sarana air bersih, dan sanitasi,” tutupnya.