Illustrasi Apartemen (Foto : Unsplash)
Illustrasi Apartemen (Foto : Unsplash)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Di era millenial, pola kehidupan masyarakat sudah mulai berubah dalam menyikapi sebuah hunian tempat tinggal. Mereka cenderung mempertimbangkan kepraktisan hunian berlapis bila dibandingkan dengan hunian tapak. Bahkan di antara mereka banyak yang berpendapat kalau tinggal di apartemen di tengah perkotaan lebih baik daripada harus  membeli rumah di pinggir kota yang setiap harinya harus berhadapan dengan rutinitas kemacetan jalan raya.

Memang keputusan untuk tinggal  di apartemen atau di rumah tapak masing-masing akan memiliki konsekuensi. Setiap orang punya pertimbangan sendiri, baik dari soal harga hunian, lokasi, jarak ke tempat kerja, fasilitas, maupun lingkungan.

Menurut penuturan seorang pria yang enggan di sebut namanya dan tinggal di apartemen Green Park View, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk tinggal di apartemen dalam setiap bulannya dia harus mengeluarkan biaya pemeliharaan dansinking fund sebesar Rp 550.000,-.

“Biaya sebesar itu menurut keterangan pihak pengelola untuk perawatan gedung, area bersama, serta keamanan. Sedangkan maksud dari sinking fund di setiap lokasi apartemen berbeda-beda. Ada yang untuk perpanjangan izin gedung, ada pula untuk perawatan fasilitas dan renovasi kerusakan gedung,”jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, masih ada lagi pengeluaran lainnya seperti pemakaian listrik sebesar Rp 600.000,- perbulan. Jadi setiap bulannya total biaya yang di keluarkan sebesar Rp 1,2 juta.

Dengan pengeluaran biaya sebesar itu, menurutnya, penghuni akan mendapatkan fasilitas kolam renang, serta kios penyedia jasa dan barang kebutuhan sebari-hari.

Itulah salah satu gambaran pengeluaran yang wajib ditanggung penghuni apartemen pada setiap bulan. Untuk lebih lengkapnya tentang apa saja yang menjadi tanggungan penghuni apartemen, bisa di simak penjelasannya :

Biaya pemeliharaan

Biaya ini biasanya disebut maintenance fee. Dengan rincian untuk keseluruhan kebersihan, keamanan, gaji petugas bagian perawatan gedung, dan lain-lain.

Sinking fund

Bedanya kalau sinking fund lebih spesifik untuk pemeliharaan fasilitas tertentu, seperti perawatan lift, genset, serta saluran udara dan air. Untuk di apartemen menengah kebawah untuk biaya pemeliharaannya bervariasi, untuk per meter perseginya mencapai Rp 10.000 sampai Rp 15.000.
Selain biaya tersebut diatas, penghuni juga harus menanggung biaya listrik, biaya air, dan biaya parkir. Tentu, tak ada salahnya Anda mencoba tinggal di hunian vertikal semacam apartemen. Sebab, saat ini harga apartemen sudah relatif terjangkau.