Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA. INAPEX.co.id – Melihat perkembangan investasi property di masyarakat hingga semester kedua tahun 2017 yang semakin membaik, bahkan beberapa pengembang hunian vertikal merasa yakin akan terus meningkat pada tahun depan.

Fenomena ini, menurut CEO Lippo Group, James Riady, mestinya diimbangi dengan kemudahan memperoleh kredit pemilikan apartemen (KPA). Di samping itu, suka bunga acuan diharapkan lebih ramah terhadap kreditur.

“Tren tinggal di apartemen terus meningkat, sebab harga rumah tapak (landed  house) makin tak masuk akal. Kalangan pekerja masih membutuhkan apartemen murah yang memiliki akses mudah ke sejumlah kota besar,”kata James Riady, belum lama ini.

Sementara itu, dari data di Bank Indonesia tercatat kalau pertumbuhan akan bernilai positif. Sehingga pihak pemerintah sangat konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makro ekonomi.

Penurunan suku bunga sekarang ini sebaiknya segera di respon oleh dunia perbankan dengan bentuk suku bunga KPA. Hal ini terbukti dari hasil Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuan BI yang berlaku efektif sejak 25 September 2017.

“Industri properti akan langsung merasakan manfaat tersebut, karena konsumen yang sebelumnya menahan keinginan belanja properti akhirnya mendapat kelonggaran,”jelas James Riady.

Selain itu, lanjut James, keamanan yang lebih terjamin membuat pilihan tinggal di hunian vertikal yang dekat dengan pusat kota Jakarta menjadi pilihan rasional. Tersedianya berbagai fasilitas penunjang di apartemen seperti Kota Mandiri Meikarta, di Cikarang, bakal mempermudah para penghuninya. Pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga pusat bisnis dan keuangan bakal tersedia di kota baru itu.

“Ini adalah inisiatif besar dari Lippo membangun kota Jakarta baru yang punya desain, infrastruktur berskala internasional dan bisa bersaing di dunia. Meikarta akan jadi kota terindah dan terlengkap di Asia Tenggara,” ujar James Riady.

Ditambahkan James Riady, Kota Meikarta terletak di jantung koridor Jakarta-Bandung yang dikelilingi kota industri, ribuan perusahaan raksasa multi-internasional dengan ratusan ribu karyawan lokal dan asing serta jutaan tenaga kerja, ada disana.

“Selain lokasi strategis, Kota Meikarta juga memiliki prospek cerah dan menguntungkan dalam hal berinvestasi mengingat lokasi Meikarta berada di antara mega proyek infrastruktur Indonesia,”pungkas James Riady.