Lippo Cikarang Mengembangkan Kenyamanan Hunian Masa Depan
Orange County (Foto: beritabekasi)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT Lippo Cikarang Tbk tengah mengembangkan mega superblok Orange County seluas 322 hektar dengan konsep hub of eastern corridor di kawasan industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pengembangan tahap pertama proyek tersebut seluas 19,5 hektar bekerjasama dengan Kengo Kuma dari Kengo Kuma & Associate Japan, seorang arsitek dengan reputasi internasional.

Tahap awal terdiri dari apartemen, perkantoran, hotel, retail & komersial, pusat belanja, sekolah/universitas, rumah sakit, dan convention center. Dalam merancang kawasan ini, Kengo berperan selaku design advisor yang juga berkolaborasi dengan Mitsubishi Jisho Sekkei Inc selaku pimpinan arsitek.

Dalam merancang, Kengo selalu memprioritaskan pemakaian material lokal dengan mengusung desain untuk mewadahi new lifestyle terutama di era industri sekarang ini.

Hal lainnya yang juga diutamakan pria kelahiran 8 Agustus 1954 ini ialah menciptakan sebuah desain yang menyatu dengan alam dan memaksimalkan natural light dengan baik untuk eksterior maupun interior.

“Proyek Orange County sangat menarik dan menantang karena pengembangannya besar. Kami masih terus bereksplorasi untuk mencari material yang tepat dari bahan baku lokal karena ini pengembangannya sangat panjang,” paparnya saat memaparkan portofolio rancangannya dalam acara Design for The Changing World di Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (21/2).

Tema livable city juga akan banyak diterjemahkan dalam sejumlah aspek desain dan terutama bukan hanya untuk membangun ruang fisik tetapi memberikan sensasi experience yang tak akan ditemukan di tempat lain.

Sejumlah aspek yang akan diaplikasikan di Orange County antara lain walkable city, jalur pedestrian dengan kenyamanan saat berjalan kaki tanpa terganggu macet yang akan dikombinasikan dengan sejumlah spot central activity yang saling terkoneksi dan bisa menikmati keindahan visual saat berjalan kaki.

Interlink Attraction, sebuah mal yang didesain dengan sejumlah variasi tren ke depan yang salah satunya ialah Japan Cool untuk menghadirkan space retail dan juga spot-spot activity untuk Japanese Cultural (showcase Japanese technology).

Desain malnya juga akan mengakomodir tren perubahan lifestyle ke arah digital dan online hingga membawa sikap baru dalam shopping experience. Ada juga central pick up untuk pemesanan produk online, co working space, serta sentra informasi untuk semua pengunjung.

“Ini akan menjadi konsep terdepan dan pertama di eastern corridor bahkan mungkin yang pertama di Indonesia karena memang belum pernah diterapkan di kawasan lain. Ini untuk mengusung integrasi natur dan perkotaan yang mengutamakan material lokal seperti konsep mengombinasikan density dan humanity seperti yang banyak diterapkan di Jepang dan negara-negara lain,” imbuhnya.