Dirut BTN Maryono. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Lemahnya nilai tukar rupiah, ternyata tak berdampak disektor properti. Pasalnya, permintaan kredit khususnya untuk kosumsi pembiayaan perumahan terus menggeliat.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk Maryono mengatakan khusus untuk kredit pemilikan rumah (KPR), BTN mencatat pertumbuhan sebesar 19 persen (year on year/yoy) hingga akhir Juli 2018.

Kemudian, fenomena dari pelemahan nilai tukar terhadap daya beli masayarakat diklaim belum mempengaruhi penyaluran pembiayaan perseroan.

“Kalau rumah menengah atas memang ada koreksi, tetapi BTN mayoritas di KPR Subsidi jadi tidak mengganggu kinerja perseroan. Secara umun pertumbuhan KPR di sekitar 19 persen, ” jelas Maryono, di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, masih dikatakan Maryono, untuk dampak terhadap rasio kredit bermasalah, BTN masih bisa memitigasi dampak kerugian dari selisih kurs.

Hal itu karena seluruh pembiayaan perseroan masih disalurkan dalam bentuk rupiah, bukan dalam valuta asing. “Tidak ada pengaruh karena semua pembiayaan kita rupiah dan dana kita sebagian besar hampir 100 persen adalah rupiah, jadi gak ada dampak secara langsung,” katanya.

Terlepas itu, berbagai fasilitas pembiayaan BTN telah menyiapkan untuk melayani masyarakat yang akan berkunjung di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018.

BTN sebagai bank pelopor pembiayaan perumahan juga menyiapkan banyak kemudahan serta gimic promo menarik untuk calon konsumen yang akan berlangsung mulai 22 – 30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Exhibitors Gathering Pesta KPR BTN akan menampilkan 730 proyek properti. (Foto: dok.inapex)

“Tak cuma fasilitas kemudahan dalam layanan, tapi BTN juga memberikan suku bunga KPR rendah. Makanya masyarakat harus cepat beli rumah,” ujar Executive Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division BTN Suryanti Agustinar, saat ditemui usai Technical Meeting Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 di Menara BTN, belum lama ini.

Menurutnya, bunga kredit perumahan saat ini belum dinaikan oleh perbankan. Tapi, masih dikatakan Suryanti, belum tentu bunga kredit perumahan pada tahun depan sama rendahnya dengan tahun ini.

“Memang saat ini kalau bunga kredit belum tinggi banget ambil segera kredit rumah. Karena bunga rendah belum tentu ada tahun depan. Makannya ambil cepetan bunga KPR murah,” kata Suryanti sembari menambahkan bahwa perbankan tak bisa menjamin bunga KPR perumahan akan tetap rendah seperti sekarang.

Vice President PT Adhouse Clarion Events (ACE), Igad Permana menjelaskan, ada 730 proyek properti dengan total 169 stand terdiri 118 stand komersil dan 51 stand FLPP akan ditampilkan pada pameran IPEX nanti.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk masyarakat yang ingin cari hunian bisa berkunjung di pameran IPEX ini secara gratis. “Pameran ini jadi momentum terbaik untuk bisa memiliki rumah subsidi hingga komersil dengan pesta diskon terbesar disektor properti,” katanya.

Fenomena berburu produk-produk properti dengan harga menarik memang menjadi daya magnet dan incaran bagi masyarakat pencari rumah dan investor.

“Apalagi di pameran IPEX ini banyak kemudahan yaitu seperti, suku bunga KPR 6,25%, DP 1%, dengan tenor hingga 30 tahun. Selain itu, harga properti mulai dari Rp.197 Jutaan dengan diskon provisi, diskon administrasi, diskon premi asuransi,” pungkasnya.