ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Lebih baik membayar Down Payment (DP) besar, sehingga memudahkan cicilan semakin murah. Istilah ini, tak hanya sebagai filosofi belaka, namun begini pengertian saat ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pasalnya, selam ini masyarakat hanya mendapat informasi tentang kemudahan untuk memperoleh rumah murah tapi tak semua mengerti dan paham terhadap solusinya.

Diantaranya, seperti bagaimana bisa mendapatkan rumah dengan biaya uang muka yang rendah, cicilan yang jangka panjang bahkan hingga bantuan uang muka yang disubsidi oleh pemerintah pusat.

Namun, tidak banyak yang memahami bagaimana sebenarnya strategi yang tepat untuk mendapatkan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengatakan, menabung untuk membayar uang muka atau down payment (DP) menjadi solusi yang lebih tepat bagi masyarakat.

Menurut Lana Winayanti, DP dalam jumlah besar akan memudahkan masyarakat untuk mencicil karena mengurangi jumlah cicilan per bulan sehingga kepastian melunasi rumah pun lebih terjamin.

“Sebenarnya Lebih baik kita membayar DP lebih besar, sehingga cicilan murah. Jadi kita lebih mendorong masyarakat untuk menabung. Kalau saya sih lebih memilih menabung lebih besar sehingga DP nya lebih besar, jadi cicilannya enggak berat,” kata Lana Winayanti, dalam diskusi media di Kementerian PUPR, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Lana Winayanti mengakui, ada sejumlah cara yang dilakukan oleh pengembang untuk bisa menarik dan membantu masyarakat dalam memberikan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Misalnya dengan DP serendah mungkin. Namun persoalanĀ ini, masih dikatakan Lana Winayanti, memiliki resiko yang besar bagi perbankan karena tak memiliki jaminan kepada debitur, apalagi dengan jaminan tanpa uang muka.

“Umumnya bank tak ada yang berani nol persen karena mereka harus menilai, mampu tidak debitur itu untuk mencicil. Jadi dikhawatirkan sense of honorship-nya. Khusus bank BTN, mereka memang boleh 1%, tapi dengan syarat payroll debitur ada di BTN. Jadi cicilan bisa dipotong langsung dari payroll tersebut, sehingga aman,” pungkas Lana Winayanti.