Lebih Bagus Tinggal Rumah Tapak Atau Apartemen?
Rumah Tapak Atau Apartemen? (Foto: dok.inapex)

 

DEPOK, INAPEX.co.id, – Harga lahan yang tinggi di kota-kota besar membuat pembangunan hunian dilakukan secara vertikal. Lantas lebih bagus mana, tinggal di rumah atau apartemen?

Menurut ekonomi, hunian vertikal condong lebih efisien sebab dalam satu lahan dapat dibangun sangat banyak unit ketimbang rumah tapak.

Mahalnya harga lahan bukan hanya terjadi di Jakarta, namun telah menyebar ke kota penyangganya seperti Depok.

“Kita enggak bisa pungkiri (pilihan) orang terbelah antara yang cari landed dan apartemen,” ucap General Manager Marketing Grand Depok City Tony Hartono kepada pers, Senin (8/5).

Walaupun begitu, Tony menuturkan bahwa dari sisi kebutuhan, rumah masih lebih sering dipilihan daripada hunian vertikal berupa apartemen.

Di Depok, satu unit apartemen luas maksimalnya hanya 30-38 meter persegi. Bila rumah tapak, lahan yang diperoleh dapat mencapai 120 meter persegi.

Dari sisi harga, Tony menilai antara rumah dan apartemen juga berbeda jauh.

“Jika apartemen per meter persegi rata-rata Rp.15 juta, kita masih Rp.5 juta,” sebut Tony.

Ia mengatakan bahwa keunggulan mempunyai rumah juga dikarenakan dapat dikembangkan kembali. Sedangkan apartemen hanya cukup untuk pasangan suami-istri.

Namun ketika sudah ada anak, apartemen akan terasa sempit. Apalagi, jika ada saudara atau kerabat yang hendak mengunjungi.

“Selain itu, apartemen juga ada biaya maintenance. Makanya, segmennya 60 persen masih pilih landed,” imbuh Tony.

Apartemen di Depok

Namun, karena lahan di Depok sudah sangat minim, banyak pengembang yang selanjutnya membangun apartemen.

Ditambah, Depok mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengharuskan luas tanah untuk rumah minimal 120 meter persegi.

Tujuan dari perda ini ialah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal sebab lahan yang ada sudah terbatas.

Menurut pantauan pers, banyak proyek apartemen dibangun di Depok dalam jangka waktu lima tahun terakhir.

Di antaranya ialah Margonda Residence dengan harga Rp.400 juta untuk tipe studio seluas 24 meter persegi.

Tidak hanya itu, ada juga apartemen Saladin Grand Mansion dengan harga Rp.275 juta untuk tipe studio seluas 17 meter persegi.

Menyusul Taman Melati Residence, Zam Zam Residence, Grand Taman Melati, dan Female Apartment.