Lana Winayanti (Foto: PUPR)
Lana Winayanti (Foto: PUPR)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Perlu dipikirkan tentang kondisi pemukiman diseluruh dunia dan diharapkan Negara-negara bersama agar bisa mendorong kondisi rumah masyarakat lebih baik.

Hal tersebut ditegaskan Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian PUPR Lana Winayanti, terkait pencanangan Hari Habitat Dunia (HHD).

Menurutnya, peringatan Hari Habitat Dunia (HHB) adalah untuk memikirkan mengenai kondisi pemukiman masyarakat di dunia serta mengingatkan dunia akan pentingnya pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman yang layak huni.

Selain itu, melalui HHB bagi seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan masa depan habitat manusia yang lebih baik.

“Konferensi Habitat merupakan sebuah forum bagi negara-negara yang memiliki kepedulian akan permasalahan perkotaan. Pada tahun 1976 di selenggarakan Konferensi Habitat I Vancouver di kanada dengan tema hunian yang layak bagi semua,” kata Lana Winayanti, saat dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Rabu (5/10).

Kemudian pada tahun 1996, masih dikatakan Lana, diadakan juga Konferensi Habitat II Istanbul Turki dengan tema pemukiman secara berkelanjutan di dunia yang semakin mengkota.

Sekarang ini penduduk dunia semakin padat di kota. Menjelang Konfrensi Habitat III mendatang yang akan diselenggarakan di Quito, Ecuador pada 17 – 20 Oktober mendatang bertujuan untuk memastikan komitmen bersama menuju pembangunan perkotaan diselenggarakan Preparatory Committee (Prepcom) 3 yang diselenggarakan di Surabaya beberapa waktu lalu.

Tujuan utama Prepcom3 adalah menyiapkan draft Agenda Baru Perkotaan atau The New Urban Agenda yang akan digunakan sebagai acuan pembangunan perumahan dan perkotaan untuk 20 tahun ke depan.

Di samping itu, Surabaya sebagai tuan rumah dapat memperlihatkan keberhasilan keberhasilan pembangunan permukiman yang telah menggunakan prinsip-prinsip keberlanjutan pembangunan perkotaan yaitu: peran serta masyarakat, peningkatan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Prepcom3 di Surabaya telah menghasilkan the Surabaya Draft tangal 28 Juli 2016. namun masih ada beberapa pasal yang belum tuntas, dan terdapat perbedaan pendapat sehingga pembahasan dilanjutkan di New York tanggal 7-10 September yang lalu. Draft New Urban Agenda versi New York 10 September, adalah draft yang akan dibahas dan ditetapkan di Quito.