ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

MATARAM, INAPEX.co.id, – Ini merupakan salah satu persyaratan dengan cara melampirkan surat keterangan bahwa konsumen belum pernah memiliki rumah, untuk pekerja non formal bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Akses tersebut diberikan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Mataram bagi pekerja nonformal di Nusa Tenggara Barat untuk mengakses KPR bersubsidi dengan syarat memiliki penghasilan layak.

“KPR bersubsidi untuk yang belum punya rumah. Pekerja nonformal juga bisa tapi harus memenuhi syarat,” kata Branch Manager BTN Cabang Mataram Elvis Syahri di Mataram, Minggu (29/1).

Selain surat keteranganitu, pekerja nonformal bisa melampirkan juga surat keterangan usaha dari kepala desa atau lurah.

“Setelah permohonan diverifikasi, nanti kami akan melakukan pengecekan lapangan. Minimal penghasilannya bisa memenuhi cicilan KPR subsidi sebesar Rp 800 ribu per bulan,” jelasnya.

Elvis mengakui peminat KPR BTN subsidi di Nusa Tenggara Barat, relatif bagus. Hal itu dibuktikan dengan realisasi penyaluran dana Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mencapai 235 persen atau sebesar Rp 95 miliar pada 2016.

Program FLPP yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan perbankan bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengakses KPR.

“Untuk tahun 2017 kami belum menerima target penyaluran. Nanti menunggu selesai rapat kerja wilayah,” katanya.

KPR BTN subsidi yaitu KPR program kerja sama dengan Kementerian KPR dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit.

Terlepas itu, secara terpisah menanggapi tren politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) khusus ibukota (DKI), ternyata tidak berdampak pada Pasar Properti di Jakarta.

Fakta itu juga terbukti masih tingginya minat pasar properti serta meningkatnya animo peserta pameran di Indonesia Properti Expo 2017.

Bahkan diprediksi pertumbuhan pasar properti akan terus melambung di triwulan I 2017. Menurut Direktur Operasional PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Igad Permana, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari perbaikan birokrasi perizinan perumahan maupun ekonomi global yang dapat mendorong dinamika dipasar properti.

Sementara, berbagai kemudahan proses pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) juga mampu merangsang konsumen dan investor untuk berbondong-bondong menyerbu ekspansi proyek properti di Indonesia.

“Kondisi tersebut tak pengaruh terkait dampak pemilu tahun ini terhadap volume permintaan pasar properti, apalagi BTN sebagai mitra developer dan konsumen senantiasa bisa membuat sejumlah terobosan baru untuk kemudahan dan promosi,” ujar Igad Permana, saat ditemui INAPEX.co.id, usai technical meeting di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga menawarkan suku bunga KPR 0 % khusus untuk calon konsumen hanya di Indonesia Property Expo (IPEX) Hall A & B – JCC selama 9 hari mulai dari 11 – 19 Februari 2017 mendatang.

Bahkan banjir promo lainnya juga dapat peroleh melalui Booth BTN, diantarnya seperti subsidi bunga pengembang 8,75% selama 1 tahun, suku bunga KPR BTN 8,75% fixed 1 tahun, serta bebas biaya provisi dan biaya administrasi.

“Jadi di pameran tahun ini banyak kejutan promo untuk calon konsumen,” kata Person In Charge PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Irwan Prawira.