Closing seremoni IPEX 2019 transaksi lampaui target Rp.8,5 Triliun. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tak hanya mampu melampaui target, ajang pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 berhasil mencetak Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baru senilai Rp.8,5 Triliun.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) merilis pencapaian transaksi naik hingga 41,66% dari yang ditargetkan pada penyaluran KPR atau KPA hingga Rp.6 Triliun pada IPEX 2019. Pencapaian itu sekaligus membantah pertumbuhan ekonomi yang diramalkan stagnan pada tahun ini.

“Sehingga, banyak yang membelinya [properti] untuk dijadikan tempat tinggal dan investasi,” ujar Direktur Konsumer BTN Budi Satria, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut dikatakan Budi, secara komposisi penyaluran KPR non-subsidi mendominasi pengajuan KPR pada IPEX sebesar 80% atau senilai Rp6,8 triliun.
Adapun, selebihnya ditopang oleh KPR dengan akad syariah senilai Rp1,1 triliun dan KPR subsidi di posisi Rp706 miliar.

Menurutnya, debitur KPR bersubsidi lebih condong memilih lokasi di daerah penyangga Ibu Kota seperti Bekasi, Bogor, dan Tanggerang.

Sementara itu, para debitur terebut mayoritas memilih rumah berukuran 36 meter persegi di kisaran harga Rp130 juta – Rp148,5 juta.

Permintaan properti di wilayah Bekasi mendapatkan banyak peminat. Pasalnya, harga yang ditawarkan pengembang cukup terjangkau dan perkembangan sarana transportasi semakin baik.

Di sisi lain, Budi berujar perseroan menargetkan pengajuan KPR melalui daring di situs resmi perseroan hingga 57,89% atau senilai Rp6 triliun dari realisasi akhir tahun lalu sejumlah Rp3,8 triliun.

Menurutnya, target tersebut dapat dicapai seiring dengan penambahan fitur baru yaitu pemantauan status pengajuan KPR oleh debitur dan pembayaran biaya tanda jadi secara daring saat membeli rumah.

Perseroan juga akan menggenjot penyaluran KPR untuk pebelian rumah yang dimiliki perseroan sebagai aset-aset mangkrak dengan judul KPR Lelang.

KPR Lelang merupakan fitur baru yang diberikan kepada nasabah untuk mendapatkan pembiayaan rumah yang berhasil mereka dapatkan lewat proses lelang.

Adapun rumah lelang yang paling diminati memiliki rentang harga sekitar Rp100 juta – Rp300 juta. Lokasi favorit para peserta lelang adalah wilayah Bekasi, Depok, Serpong Banten, Semarang, Purwakarta, Jambi, Balikpapan dan Makassar.

Budi menyampaikan perseroan menargetkan dapat meningkatkan penyaluran KPR Lelang sebesar 11,11% menjadi Rp200 miliar pada akhir tahun ini dari realisasi pada 2018 senilai Rp180 miliar. Budi menilai penyaluran KPR Lelang sampai saat ini cukup bagus walau baru berumur setahun.

“Oleh sebab itu, kami pacu terus perkembangannya antara lain dengan merilis KPR Lelang yang sudah kami gulirkan kuartal III/2018 lalu,” ucapnya.