Ilustrasi. (Foto: crowngroup)

BANDUNG, INAPEX.co.id – Berangkat dari prospektif pasar properti, tak hanya mampu melampaui Jakarta ternyata di Kawasan Kota Bandung dinilai lebih diminati investor properti.

Hal tersebut terbukti, Crown Group sebagai pengembang yang berbasis di Australia mengakui Bandung merupakan pasar potensial.

Perusahaan properti ini, sedang mengerjakan hunian vertikal Mastery by Crown Group. Proyek lima menara hunian vertikal itu dimulai pada Oktober 2018 ini dan rencananya rampung pada 2021 mendatang.

Untuk pemasaran, itu akan dilakukan pada 17 November mendatang di tiga kota di tiga negara berbeda yakni Jakarta, Singapura, dan Sydney.

“Sejauh ini, dari catatan kita menunjukkan hal yang mengejutkan. Pasar Bandung dan Surabaya mengungguli Jakarta untuk investor properti di Australia. Pasar Bandung mulai menggeliat,” kata GM Strategic & Corporate Communications Crown Group Indonesia Bagus Sukmana di Bandung, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Bagus Sukmana, berdasarkan calon konsumen yang masuk dalam skema nomor urut pemesanan (NUP).

Khusus pasar Indonesia, pihaknya membidik transaksi hingga 20 NUP senilai Rp200 miliar. Dari nilai tersebut 15 diantaranya dipesan pasar Bandung dan Surabaya. Secara umum, pasar yang dibidik Crown Group itu antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Terkait harga, Bagus mengaku di lima menara itu akan ada 384 unit apartemen. Berdasarkan tipenya, harga yang ditawarkan mulai senilai Rp6 miliar untuk studio hingga Rp15 miliar untuk tiga kamar tidur.

Terletak di 48 O’Dea Avenue Waterloo, hunian vertikal ini dilengkapi fasilitas penghuni bergaya resor termasuk kolam renang tanpa batas yang menjorok di puncak menara, ruang olahraga dan ruang komunitas, serta area ritel di lantai dasar yang terdiri dari campuran restoran, kafe, dan pertokoan.

Ditambahkan, tingginya animo investor dalam negeri itu pun dipengaruhi tren pertumbuhan harga properti Australia.

Bagus Sukmana mengakui, di negeri Kanguru tersebut pertumbuhannya relatif stabil. Di Sydney, Melbourne, dan Brisbane angka pertumbuhannya sebesar 8-10% per tahun.

Secara rinci, Bagus menuturkan Mastery by Crown Group itu terdiri dari lima menara hunian. Menara tertinggi sebanyak 19 lantai merupakan hasil rancangan Kengo Kuma and Associates.

Empat menara hunian sisanya termasuk tiga yang dirancang arsitek Koichi Takada dan Silvester Fuller.

Komisaris dan CEO Crown Grup Iwan Sunito menyebutkan, megaproyek ini merupakan kali pertama yang mempertemukan tiga orang maestro berkolaborasi.

Mereka mendesain menara hunian yang merepresentasikan dialog alam dengan manusia. Pionir mahakarya arsitektur itu didorong desain yang terinspirasi dari Jepang.

Tiga maestro arsitektur itu yakni Kengo Kuma, Koichi Takada, dan Sylvester Fuller. Rancangannya memiliki ide unik desain eksterior hutan susun yang didominasi kayu dengan kolam renang atap kantilever yang spektakuler, pusat kebugaran, spa, lounge, dan bioskop mini yang memberikan fasilitas terbaik.