Lahan 42 Hektar, Binakarya Bangun Perumahan Rp.200 Juta di Bekasi
Perumahan Rp.200 Juta di Bekasi (Foto: kreditrumahbekasi)

 

BEKASI, INAPEX.co.id, – Perkiraan membaiknya sektor properti di tahun 2017 diterima sangat antusias oleh pengembang. Sejak akhir 2016 sampai awal tahun 2017 sangat banyak pengembang yang meluncurkan cluster baru termasuk membuka proyek baru.

Misalnya The Palm 3 Residence di Setu, Bekasi, Jawa Barat. Perumahan yang dibangun Binakarya Group di seberang Grand Residence ini memiliki luas 42 hektar.

Peluncurannya telah dilakukan 2 Maret lalu dengan menawarkan rumah dengan harga mulai Rp.200 juta. Rumah yang dipasarkan tipe 27/60, 36/60, 38/72, dan 40/78 senilai Rp.249 juta – Rp.393 juta.

Harga ini sudah all in, konsumen tak harus mengeluarkan biaya lagi. PPN, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), dan proses KPR sudah termasuk di dalamnya.

“Selama masa promosi untuk 100 pembeli pertama DP 10 persen bisa dicicil 10 kali,” tutur staf pemasaran The Palm 3 Residence Hadi, kepada pers di Bekasi, baru-baru ini.

Dengan DP 10 persen tipe 27/60 angsurannya sekitar Rp.2,4 juta per bulan selama 15 tahun. Rumah yang akan dibangun sekitar 2.500 unit.

Sebelumnya di Setu telah ada sejumlah perumahan yang memasarkan segmen sama, misalnya Bekasi Timur Regency, Mutiara Columbus, Grand Residence, Permata Wisata, dll.

Tidak hanya itu, masih ada yang menawarkan rumah bersubsidi tipe 29/60 Rp.133,5 juta, yakni Griya Setu Permai di Jl Raya Setu. Hanya DP 1 persen dan bunga KPR subsidi 5 persen angsurannya Rp.800 ribu per bulan selama 20 tahun.

Bekasi Timur Regency di Jl H Djole meluncurkan tipe hampir serupa 29/60 senilai Rp.220 juta, tidak hanya rumah Rp.300 juta untuk tipe 36/72. Perumahan dari PT Panca Muara Jaya ini telah dihuni ribuan KK, lengkap dengan area komersil dan  water park.

Sejumlah perumahan di kawasan Setu ini sudah mudah aksesnya, seperti melalui jalan tol Jakarta-Cikampek keluar di exit tol Tambun/Mustika Jaya.

Nanti akses akan semakin mudah dengan dibangunnya tol Jagorawi-Cibitung yang rencananya akan dibuka di Jl Raya Narogong dan Jl Raya Setu.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, PT Conwood Indonesia terus berupaya untuk menciptakan rumah modular tahan gempa.

Direktur Komersial dan Inovasi PT Conwood Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali menuturkan hal ini kepada pers, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

“Rumah ini lebih tahan gempa dibanding rumah konvensional, baik dari segi material maupun strukturnya,” jelas Rizki.

Disebut tahan gempa sebab desain konstruksinya berhubungan erat dengan materialnya. Jika dibangun dari beton, rumah akan lebih gampang roboh saat terjadi gempa bumi sebab konturnya yang kaku.

Berbeda dengan panel yang dipakai Conwood, sebab tak memakai beton ataupun kayu. Panel tersebut terbuat dari semen dan serat sehingga lebih lentur terhadap goncangan.