Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati sejumlah bank pembiayaan rumah sedang gencar menawarkan banjir promo suku bunga rendah, namun ternyata penyaluran Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) justru melambat hingga 7,4%.

Pembukuan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, Per Februari 2017, penyaluran KPR dan KPA tercatat hanya hanya tercatat sebesar Rp367,6 triliun, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,3 % (yoy).

Seperti diketahui, secara keseluruhan kredit properti tumbuh melambat dari 15,1 persen (yoy) menjadi 15 persen (yoy). Total penyaluran kredit pada segmen itu tercatat sebesar Rp706,2 triliun. Selain disumbangkan oleh KPR dan KPA, perlambatan juga terjadi pada kredit properti jenis realestat.

Pada Februari 2017, pertumbuhan kredit realestat tercatat melambat dari 21,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 20,7 persen (yoy) dengan total penyaluran sebesar Rp129 triliun.

Sementara kredit konstruksi justru meningkat dari 25,2 persen (yoy) jadi 27 persen (yoy) dengan total penyaluran sebesar Rp129 triliun.

Guna mendorong kredit pada segmen properti, BI sebelumnya telah melonggarkan ketentuan terkait loan to value (LTV) untuk segmen properti. Pelonggaran ketentuan tersebut mengatur penurunan uang muka KPR dan KPA terutama bagi rumah pertama.

Perang Bunga KPR

Selain pelonggaran LTV, sejumlah bank juga sejak tahun lalu cukup gencar dalam menawarkan promo bunga murah. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merupakan salah satu bank yang menawarkan bunga murah pada kisaran 8,25 persen hingga 9,6 persen, fixed (tetap) hingga 5 tahun dan selanjutnya mengikuti suku bunga di counter.

Kendati memiliki program promo, Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga mengaku perusahaannya menargetkan penyaluran KPR pada tahun ini sebesar Rp20,17 triliun atau hanya tumbuh 6,4 persen (yoy). “Sampai dengan akhir Februari 2017, BRI telah menyalurkan KPR sebesar Rp18,96 triliun,” ujar Hari.

Selain BRI, tawaran bunga KPR mini juga diberikan PT Bank CIMB Niaga Tbk berupa produk KPR dengan bunga/ujrah yang terus menurun selama lima tahun berturut-turut.

Sementara bunga yang ditawarkan mulai dari 7,15 persen tetap untuk tahun pertama dan kedua, 6,9 persen tetap untuk tahun ketiga dan keempat, serta 6,65 persen tetap untuk tahun kelima.

Kendati demikian, Direktur Perbankan Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan memperkirakan penyaluran KPR perseroan pada tahun ini masih akan tumbuh dibawah 10 persen. Sepanjang tahun lalu, penyaluran KPR CIMB Niaga mencapai Rp.23,9 triliun.