Vasanta pengembang properti di Indonesia bekerjasama GS Engineering & Construction (GS E&C) asal Korea Selatan mengembangkan hunian apartemen di kawasan, Daan Mogot, Jakarta Barat. (Foto: Vasanta)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kontraktor asal Korea Selatan (Korsel) menilai untuk berinvestasi properti di Indonesia dinilai lebih mudah. Pengakuan ini, diungkapkan kontraktor GS E&C sebelumnya di Vietnam, Chief of Housing & Development GS E&C Group Kim Kyoo Hwa saat kali pertama berinvestasi properti di Indonesia.

“Kami (di Indonesia) memilih partner lokal yang fleksibel dan berpengalaman sehingga kami bisa masuk pasar Indonesia tanpa buang-buang energi dan juga bisa fokus pada sisi yang kami inginkan,” ujar Chief of Housing & Development GS E&C Group Kim Kyoo Hwa di Vasanta Office, Jakarta, baru-baru ini.

Kim Kyoo Hwa lebih lanjut mengatakan, saat membangun proyek di Vietnam, seluruh perizinan dilakukan sendiri tanpa partner lokal. Sehingga, pihak Kim Kyoo Hwa harus mengadakan pertemuan-pertemuan dengan instansi terkait secara langsung. Apalagi, masih dikatakan Kim Kyoo Hwa, dari segi waktu, mengurus segalanya sendiri jadi tidak efisien.

Tak hanya itu, masih diceritakan Kim Kyoo Hwa, selama proses perizinan itu juga terkendala bahasa yang berbeda sehingga komunikasi seringkali tidak lancar. Kemudian, Kim Kyoo Hwa mengaku sangat senang setelah mengetahui di Indonesia mengharuskan investor asing untuk bermitra dengan pengembang lokal. Apalagi, pengembang lokal juga dapat membantu investor asing untuk mempelajari pasar.

Selanjutnya, masih dikatakan Kim Kyoo Hwa, GS E&C memilih Vasanta Indo Properti sebagai mitra kerja. “Kami mempelajari perusahaan yang gagal berbisnis di luar Korea. Mereka suka membawa konsep seutuhnya di Korea. Terkadang, itu kurang sesuai dengan budaya dan konsep-konsep orang di luar Korea,” kata Kim Kyoo Hwa.

Lebih lanjut Kim Kyoo Hwa menambahkan, konsep yang akan dibawanya ke Indonesia menyesuaikan dengan kemampuan GS E&C. Selama ini, di Korea Selatan, pengembang menghadapi batasan harga dari pemerintah setempat sehingga tidak dapat menentukan harga sendiri.

Hal itu, membuat GS E&C berpengalaman untuk membangun properti dengan harga terbatas, tetapi tetap berkualitas agar konsumen berminat untuk pembeli. “Kita akan membawa konsep wanna be high end, tapi harganya terjangkau,” ujar Kim Kyoo Hwa.