Ilustrasi. (Foto: RWpropertiBatam)

JAKARTA, INAPEX.co.idDibandingkan warga negara asing (WNA), ternyata konsumen lokal masih mendomenasi beli properti dikawasan Batam. Kendati demikian, Batam merupakan sebuah kawasan strategis, bagi investor asing.

Apalagi, pergerakan pasar properti Batam mengalami perkembangan yang pesat. “Hal tersebut didorong oleh lokasi Batam sebagai kawasan pembebasan pajak yang mendongkrak daya tarik investor,” jelas Direktur Sales dan marketing PT Pollux properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaya, di Jakarta, belum lama ini.

Kemudian PT Pollux Barelang Megasuperblok tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, salah satu proyek mereka, Megasuperblok Meisterstadt Batam.

Bahkan proyek yang berkolaborasi dengan keluarga besar mantan presiden RI Bj. Habibie membangun fase pertamanya dengan empat tower diluasan 9 hektar dengan satu tower khusus bersegmen milenials asing.

Maikel menambahkan, keempat Tower ini terdiri dari Tiga tower yang memiliki 700 unit per tower (A1,A2,A3) dan satu tower khusus (A5) bersegmen yang terdiri dari 385 unit dengan luasan kamar lebih luas dan memiliki tiga kamar tidur.

Ia menambahkan, salah satu tower bersegmen milenial eksekutif tersebut memang menyasar para remaja atau milenial asing yang ingin berkunjung ke Batam dengan melakukan berbagai aktifitas seperti pertemuan-pertemuan eksekutif dengan fasilitas hotel.

“Karena saat ini banyak warga Singapura dan Malaysia yang datang ke kawasan Batam setiap minggunya,” ujarnya.

Maikel menyebutkan bahwa projek megasuperblok ini sangat diminati oleh end user investor luar negri maupun dalam negri. Meskipun demikian, Meikel mengakui investor asing masih berada di 10% dari 90% investor lokal.

“Mostly hingga kini masih didominasi oleh investor dalam negri, sekitar batam, Sumatera dan Indonesia keseluruhan,” katanya.

Di sisi lain, Maikel menyebutkan bahwa pergerakan pasar porperti Batam juga terus menggeliat. Banyak pengembang besar hingga pengembang asing yang sudah mulai mengantongi lahan Batam.

Maikel mengatakan bahwa meskipun terdapat pengembang asing, namun pengembang Indonesia masih tetap mendominasi. Sekitar sedikitnya 20% pengembang asing yang masuk dan sekitar 80% pengembang lokal yang mendominasi.