Konsep Green Pada Rumah, Kebutuhan Semua Kalangan
Konsep Green Pada Rumah (Foto: infobisnisproperti)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus, pengembangan konsep green merupakan kebutuhan semua kalangan. Selain itu, pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan (green & sustanaible development) adalah tren global.

Oleh sebab itu, lanjut Maurin, berharap pengembangan rumah ramah lingkungan seharusnya menjangkau segala segmen, tidak hanya menengah dan menengah atas namun juga menengah bawah.

Ia menjelaskan bahwa saat kunjungan ke sejumlah daerah terdapat proyek rumah menengah bawah yang menerapkan konsep tersebut. Pengembang mengalokasikan ruang terbuka hijau (RTH) memadai, pengelolaan sampah, serta air.

“Konsep green sudah menjadi standar global sehingga pengembang harus terus berupaya mengaplikasikan konsep green pada proyeknya,” jelas Maurin saat memberikan sambutan pada acara anugerah GPA 2016 di Jakarta, Rabu (28/9).

Dalam kesempatan itu, Maurin juga membahas program pengampunan pajak (tax amnesty) dengan penerapan konsep green.

Tax amnesty akan mendorong pembangunan, merancang likuiditas bertambah, serta menyerap tenaga kerja dan menaikkan kemakmuran. Meningkatnya daya beli tersebut akan menaikkan penjualan properti.

Dana tax amesty yang telah masuk sebanyak Rp80 triliun dan angka ini akan terus naik dari waktu ke waktu. Jika program tersbeut tak berhasil pasti terjadi pemangkasan anggaran perumahan yang tentu berpengaruh pada program perumahan selanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy, pihaknya kerap memantau dan mendorong anggotanya untuk mengaplikasikan konsep green dalam pengembangan proyeknya.

“Kita tahu untuk menerapkan konsep green membutuhkan cost tambahan tapi hal itu tidak mengurangi niat kita untuk memberikan yang terbaik. Di negara maju pemerintahnya mendorong penerapan konsep green sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat, di sini sudah dimulai oleh beberapa pemerintah daerah seperti di Jakarta, Surabaya, dan lainnya,” jelasnya.

Pemimpin Redaksi salah satu situs online Joko Yuwono mengatakan bahwa konsep green mutlak diaplikasikan bukan hanya ikut-ikutan tren, namun lebih dari itu untuk menciptakan manfaat yang sangat besar bagi penghuni, masyarakat sekitar, serta lingkungan.

“Untuk proyek yang sudah menerapkan konsep green kita harapkan bisa menjadi contoh dan menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama. Sementara untuk yang masih konsep, penilaian kita berikan berdasarkan track record pengembang yang telah menerapkan konsep green dan komitmennya pada konsep ini melalui proyek-proyek yang telah dikembangkan sebelumnya,” kata Joko.

(he)