Kok Bisa, Gedung UMN Bisa Dingin Tanpa Memakai AC?
Gedung Universitas Multimedia Nusantara (Foto: conmediaumn)

 

TANGERANG, INAPEX.co.id – Kok bisa Gedung Universitas Multimedia Nusantara (UMN) New Media Tower atau UMN 2 dingin tanpa memakai AC? Diketahui gedung ini dibangun dengan prinsip desain pasif.

Menggunakan kulit fasad ganda, intesitas cahaya dan panas matahari yang terpapar ke dalam ruangan bisa terkontrol sehingga ruangan cukup terang dan dingin.

“Meski tanpa pendingin ruangan atau AC suhu bisa mencapai 28 derajat Celcius. Dibandingkan dengan Gedung UMN 1 yang tanpa double skin facade, suhu ruangan 32-34 derajat Celcius,” tutur Direktur PT Multimedia Land Thomas Sigit, saat peresmian P.K. Ojong–Jakob Oetama Tower, di Gading Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (27/9).

Thomas mengatakan bahwa suhu ruangan yang cukup sejuk juga didorong sirkulasi udara alam lewat keberadaan taman atap yang terletak di berbagai lokasi gedung.

Tidak hanya itu, cerobong-cerobong udara yang memanfaatkan perbedaan tekanan udara, membuat rubanah tak memerlukan exhaust fan.

Desain serupa juga diterapkan pada PK Ojong–Jakob Oetama Tower, yaitu gedung perkuliahan UMN terbaru. Selain memakai desain pasif, gedung PK Ojong–Jakob Oetama Tower tersebut juga memakai teknologi terbaru yang bisa meminimalisir penggunaan energi secara keseluruhan.

Teknologi ini ialah penggunaan lampu LED dan magnetic chiller yang dapat menekan konsumsi energi listrik sebanyak 30 persen bila diukur dengan beban yang sama.

“Kalau dibandingkan dengan UMN 2 yang luasnya 32.000 meter persegi, (PK Ojong–Jakob Oetama Tower) ini luasnya 45.000 meter persegi. UMN 2 tingginya 13 lantai, kalau ini 19 lantai,” jelas Thomas.

Ia berharap, konsep pasif desain PK Ojong-Jakob Oetama Tower bisa mampu menghemat penggunaan energi seperti pada UMN 2.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, mungkin Anda mempunyai anggota keluarga atau pasangan yang mandi sangat lama setiap pagi dan memakai semua air panas. Padahal Anda, tengah buru-buru ingin bekerja atau sekolah.

Sekarang tidak perlu emosi lagi saat menyuruh anggota keluarga untuk mandi lebih cepat. Pasalnya, artis Elisabeth Buecher berbasis di London, Inggris sudah menciptakan solusi mandi sempurna yang disebut ‘Spiky’.

 

Kok Bisa, Gedung UMN Bisa Dingin Tanpa Memakai AC?
Tirai Spiky (Foto: inhabitat)

 

“Spikiy” adalah tirai yang dilengkapi sensor berupa lonjakan lembut seperti balon dengan ujung runcing. Spiky akan terisi udara saat pancuran telah berjalan lebih dari empat menit.

Dengan cara yang tak berbahaya, tetapi tetap efektif karena sangat menyebalkan, benda-benda berwarna-warni ini mendorong bather keluar dari bawah air dan memaksa pengguna pancuran untuk berhenti saat terlalu lama mandi.