Kisah Penjual Bakso Berjuang Miliki Rumah (Bag.1)
Penjual Bakso, Saridin (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Cuaca pagi itu terlihat sangat cerah, namun kondisi tersebut tak secerah raut wajah yang terpancar dari wajah Saridin (48), seorang penjual Bakso Malang.

Pria kelahiran Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tersebut terlihat sedih saat mengawali kisah tentang perjuangan hidupnya yang merintis dari bawah hingga bisa memiliki rumah sendiri.

“Saya mulai berumah tangga sejak dua puluh lima tahun lalu mas, saat itu kehidupan kami sangat prihatin sekali,” ungkap Saridin, kepada INAPEX.co.id, saat ditemui dikawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu.

Sejak pernikahan itu, berbagai cobaan dan rintangan mulai dihadapi Saridin dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama istrinya Fitri (bukan nama sebenarnya).

“Selama empat tahun saya masih numpang ikut dengan mertua, kemudian istri saya memutuskan untuk berjuang mencari nafkah jadi seorang tenaga kerja wanita (TKW) dan saya juga pergi merantau menjadi pekerja buruh bangunan di Jakarta,” katanya.

Tak dapat dipungkiri, Saridin saat itu yang telah dikaruniai dua orang putri mengaku sangat tersiksa karena jauh dari kehidupan istrinya. “Bukan cuma hidup masing-masing, tapi saya harus bisa ngurus anak sendiri, nyuci baju sendiri ditengah perantuan di Jakarta,” ungkap Saridin.

Kemudian selama ditinggal istri di negeri peratuan, akhirnya Saridin memilih hijrah kembali ke kampung halamannya.

“Saya kasihan anak-anak, kemudian saya ajak pulang lagi ke kampung halaman saja. Karena hidup di Jakarta membutuhkan biaya tinggi dan persaingan keras, apalagi pekerjaan saya sebagai buruh bangunan sering pindah-pindah lokasi,” ungkap Saridin.

Desa Muncar yang menjadi saksi bisu itulah bagi kondisi kehidupan Saridin mengurus anak dan memilih berternak seekor sapi.

“Uang hasil tabungan dari jerih payah kerja di proyek bangunan itu saya belikan sapi hingga berkembang jadi tiga ekor,” kata Saridin sembari menghisap sebatang rokoknya disamping gerobak bakso.

(bersambung)