Hunian mewah dikawasan Jababeka tetap optimis capai target penjualan. (Foto: beritasatu)

JAKARTA, INAPEX.co.id – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tetap optimis terhadap pasar properti hunian mewah semakin cemerlang di tahun 2019 ini. Pasalnya, bercermin pada hasil pencapaian proyek Kawana yang terbukti ludes terjual di tahun 2018 lalu.

Bahkan, potensi tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. “Paling tidak akan sama dibandingkan tahun lalu, tapi potensi pertumbuhannya masih ada,” ujar Muljadi Suganda, Corporate Secretary Kawasan Industri Jababeka, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Muljadi Suganda menambahkan, untuk proyeksi ditahun ini sendiri tergantung dari Pemilu. Muljadi mengakui, jika semua berjalan positif dan ekonomi Indonesia semakin membaik tentu akan mendorong pertumbuhan properti secara umum.

Tahun ini, perusahaan juga masih akan membangun properti yang sifatnya medium high-end. Hal tersebut berkaca pada produk Kawana yang cepat terjual habis setelah diluncurkan.

“Jadi mungkin untuk 2019 kami akan kembangkan hal seperti itu lagi karena makin lengkapknya kawasan kami dan lokasi yang kami bangun itu dengan golf view,” jelasnya.

Untuk kisaran harganya, masih akan mengacu pada harga sebelumnya yaitu di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Oleh sebab itu, Muljadi bilang sasarannya lebih pada investor dan end-user seperti ex-patriat.

Kendati demikain, Muljadi mengakui, untuk peluncuran di tahun ini masih akan tergantung waktu dan permintaan sehingga belum dapat dijelaskan lebih terperinci. Adapun untuk proyek yang sedang dibangun disebutnya bervariatif.

“Pada dasarnya rumah yang kami bangun untuk semua segmen. Untungnya Jababeka itu kota yang sudah matang yang berbasis industri atau bisa dikatakan sustainable city, jadi potensinya masih banyak,” pungkasnya.

Terlepas itu, secara terpisah PT Wika Realty ditahun politik 2019 sangat optimis akan mencapai target penjualan Rp.4,5 Triliun.

Antusias tersebut seiring akan digelarnya ajang pameran Indonesia Properti Expo pada 2 – 10 Februari 2019 mendatang.

Bahkan untuk mencapai target itu, Wika Realty bakal meluncurkan hingga lima proyek baru disejumlah wilayah seperti Menado, Makasar, Bandung, dan Jakarta.

Terealisasinya proyek baru tersebut tak terlepas dari persiapan stok landbank yang cukup banyak. “Proyek-proyek baru itu akan kami luncurkan pada semester II 2019 setelah kita selesai IPO,” jelas Suyamat, Direktur Operasi dan Properti Wika Realty di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, dua proyek yang bakal diluncurkan di Manado. Di wilayah timur Indonesia itu, masih dikatakan Suyamat, Wika Realty mempunyai lahan 200 hektare (ha) di satu lokasi dan 70 ha di lokasi kedua. Lokasi pertama seluas 200 ha akan dikembangkan menjadi kawasan skala kota.

Saat ini rencana pengembangan proyek ini masih dalam proses perizinan dan design yang ditargetkan akan memakan waktu satu tahun ke depan. Proyek ini adalah kolaborasi Wika Realty dengan perusahaan lokal sebagai pemilik lahan.