Ketahui, Tata Cara Balik Nama Sertifikat Tanah
Sertifikat Tanah (Foto: korpri)

 

INAPEX.co.id, – Minimnya informasi dan ketentuan yang pasti menyebabkan banyak masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil, sama sekali tak memahami tata cara balik nama sertifikat tanah. Padahal, membalik nama sertifikat dengan segera begitu penting untuk menghindari masalah kemudian hari.

Belajar dari banyak permasalahan yang terjadi di sekitar, persoalan balik nama memang tak dapat disepelekan begitu saja. Berikut lima hal penting yang harus diperhatikan ketika membalik nama sertifikat tanah;

  1. Pastikan Letak dan Luas Tanah

Kondisi fisik tanah mesti jelas. Sebab ini adalah kepastian obyektif yang dapat menunjukkan batas kepemilikan tanah. Umumnya keterangan obyektif dinyatakan dalam bentuk surat ukur atau gambar situasi yang memperlihatkan bentuk, letak, batas, dan luas tanah.

Kelebihan lain untuk memperhatikan hal tersebut ialah agar tanah Anda tak tumpang tindih dengan tanah milik orang lain. Saat ukuran pasti dari tanah sudah jelas, dan dicek langsung oleh juru ukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) maka Anda dapat melanjutkan proses balik nama.

Menurut dasar hukum PP No 13/2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN, biaya untuk Pelayanan Pengukuran seperti yang tercantum dalam Pasal 4 ayat yakni:

  1. Luas Tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp.100.000
  2. Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp.14. 000.000
  3. Luas Tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp.134.000.000

* Tu (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran)

  1. Status Kepemilikan Tanah

Sebelum melangkah ke kantor BTN, sebaiknya mencari tahu lebih dulu terkait status atau dasar hukum atas kepemilikan tanah. Entah hasil dari jual-beli, barter, warisan, atau bahkan hibah. Biasanya, catatan ini akan dicantumkan di dalam sertifikat tanah, termasuk ke dalam riwayat kepemilikan tanah.

  1. Persyaratan Lengkap

Mengutip laman resmi BPN, persyaratan balik nama sertifikat tanah yaitu:

  • Formulir permohonan yang telah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai
  • Surat Kuasa bila dikuasakan
  • Fotokopi identitas pemohon/pemegang dan penerima hak (KTP, KK) serta kuasa bila dikuasakan, yang sudah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Sertifikat asli
  • Untuk perorangan yang keperdataannya mematuhi hukum perdata dibuktikan dengan penetapan Pengadilan. Atau yang tunduk pada hukum adat dibuktikan dengan surat pernyataan perubahan nama dari yang bersangkutan, diketahui Kepala Desa/Lurah dan Camat setempat.
  1. Prosedur Balik Nama

Selambatnya diperlukan waktu sekitar tujuh hari kerja untuk sertifikat baru itu selesai. Prosedurnya pun sangat mudah, Anda ke loket pelayanan untuk penerimaan dan pemeriksaan dokumen permohonan, selanjutnya pembayaran biaya pendaftaran di loket pembayaran.

Selanjutnya berkas masuk ke dalam proses pelayanan untuk pencatatan dan penerbitan sertifikat yang nantinya bisa Anda ambil di loket pelayanan.

  1. Biaya Normal

Proses pengurusan balik nama sertifikat di BPN seperti yang tercantum di atas, hanya memerlukan waktu kurang dari satu hari. Hanya saja, sertifikat baru akan keluar setelah lima hari berikutnya.

Biaya pendaftaran untuk layanan tersebut senilai Rp.50.000. Sementara biaya yang mesti dikeluarkan untuk proses balik nama tergantung nilai tanahnya (Nilai Jual Objek Pajak).

Mengetahui seluk beluk dan keaslian sertifikat tanah sangat penting ketika masyarakat ingin melakukan proses pembelian rumah. Oleh sebab itu, alangkah lebih aman untuk membeli rumah secara KPR, sebab bank akan bertanggungjawab langsung terhadap legalitasnya.