Kereta Jakarta-Surabaya Hanya 75 km, Pemerintah Tingkatkan Jadi 150 km
Kereta Jakarta-Surabaya (Foto: trainwagon)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kereta jarak jauh Jakarta-Surabaya akan diperbarui menjadi kereta berkecepatan sedang. Sekarang ini kecepatannya 75 km per jam akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 150 km per jam.

Rencana ini memerlukan dorongan infrastruktur lebih memadai, contohnya pembangunan overpass, semacam jembatan penyeberangan atau flyover supaya perjalanan kereta tak terganggu lalu lintas di jalan raya.

Dengan kecepatan 150 km per jam perjalanan Jakarta–Surabaya dapat ditempuh selama enam jam. Cukup banyak overpass yang mesti dibangun untuk membantu perjalanan kereta cepat.

Paling tidak di jalur Jakarta–Surabaya ada 988 perlintasan sebidang yang mesti disediakan overpass-nya.

“Pembangunan overpass menjadi bagian tak terpisahkan dari modernisasi kereta cepat Jakarta-Surabaya. Ini harus kita selesaikan secara bertahap, kami sudah memulai pembangunan overpass di Dermoleng dan Kretek Kabupaten Brebes serta Klonengan dan Kesambi di Kabupaten Tegal. Kalau seluruh overpass sudah terbangun kecepatan rata-rata kereta dari 75 km/jam bisa jadi 150 km/jam,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa (31/1).

Basuki mengatakan bahwa transportasi jalan raya (highways) masih jadi andalan yang akan terus dikembangkan guna mendukung mobilitas orang dan barang.

Akan tetapi, untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi pembangunan infrastruktur transportasi jalan raya mesti diimbangi skema transportasi berbasis rel.

Pembangunan overpass akan dijalankan dengan teknologi baru Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP). Teknologi tersebut lebih cepat dan efisien seperti yang diterapkan di overpass Pelangi Antapani, Bandung.

Menyinggung masalah kerusakan jalan sebelum waktunya, Basuki menyarankan supaya diaktifkan kembali fungsi jembatan timbang.

Namun, ia mengingatkan supaya pengoperasian jembatan timbang tak dijadikan instrumen untuk menghimpun pendapatan daerah. Karena, jika ini yang terjadi akan muncul praktik tak benar.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan memulai pembangunan 3 flyover dan 3 underpass pada bulan ini.

Flyover yang akan dibangun di Cipinang Lontar, Pancoran, dan Bintaro (perlintasan kereta Bintaro-Pesanggrahan) dan untuk underpass di Mampang-Kuningan, Jalan Kartini,  dan Matraman.

Jumlah untuk 6 proyek di perlintasan jalan padat ini akan memakan biaya Rp.750 miliar.

Menurut Kepala Bidang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo, sekarang ini di lapangan telah dikerjakan aktivitas proyek seperti pelebaran jalan untuk area kerja dan lainnya.

“Pada minggu ini juga pekerjaan struktur akan langsung dikerjakan, ini merupakan proyek prioritas untuk menanggulangi kemacetan di ruas-ruas tersebut, targetnya pada akhir tahun ini juga seluruh proyek ini sudah selesai,” tutupnya.