Kepresidenan Donald Trump, Keuntungan Bagi Properti Indonesia
Donald Trump, Hari Tanoesoedibjo, dan Istri Hari Tanoesoedibjo (Foto: straitstimes)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Di Indonesia, Donald Trump dipercaya akan memberi dampak bagus untuk sektor properti di tanah air.

Dampak positif tersebut karena Trump telah cukup lama menjadi konglomerat properti bahkan sudah berekspansi ke Indonesia. Presiden AS ke-45 bekerjasama dengan Hari Tanoesoedibjo selaku bos MNC Land, akan mengembangkan theme park di Lido, Bogor, dan Bali.

“Kemenangan Donald Trump tersebut lebih banyak dampak positifnya bagi industri properti tanah air karena dia pengembang berkaliber internasional dan sudah commit investasi di sini. Trump juga cukup mampu membawa industri properti di AS kembali bangkit dari krisis beberapa waktu lalu,” papar Sekjen Realestat Indonesia (REI), Hari Raharta, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Hari, reaksi negative  indeks harga saham gabungan (IHSG) dan pasar bursa setelah kemenangan Trump hanya reaksi sementara dan wajar. Pasalnya, Trump adalah tokoh kontroversial dan belum mempunyai pengalaman politik seperti rivalnya Hillary.

Sejauh ini, tiap pergantian presiden AS efeknya selalu positif ke Indonesia. Hal tersebut diperkuat dengan hubungan bisnis Indonesia-AS yang telah terjalin begitu lama dan masing-masing jadi pasar yang besar untuk ekspor-impor kedua negara.

“Sebagai pengusaha properti Trump mestinya membawa dampak lebih baik apalagi dia berinvestasi di sini. Sepak terjangnya di bisnis properti sudah membawa dampak pada industri properti global termasuk Indonesia,” paparnya.

Sebelumnya, kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2016 disambut dengan berbagai reaksi di AS hingga masyarakat dunia.

Director Research & Advisory Cushman and Wakefield Indonesia Arief  Rahardjo menuturkan bahwa Pilpres AS sejauh ini belum mempunyai dampak langsung pada investasi properti.

“Belum lihat ada dampak direct ke investasi properti di Indonesia,” jelas Arief  di Jakarta. Meski demikian, Arief menggambarkan, secara umum investor masih melihat Indonesia sebagai negara berpotensial untuk berinvestasi properti.

“Ujung-ujungnya ya kalau secara umum Indonesia masih baik untuk investasi, cuma kalau berhubungan dengan hasil Pilpres AS belum kita lihat begitu dalam,” paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Pilpres AS tahun ini melibatkan dua kandidat, yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

(kps)