ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kenaikkan harga lahan dan bangunan milik warga yang sekarang ini seakan sudah tidak bisa terkendalikan. Sehingga pihak pemerintah perlu berupaya melakukan kontrol atas kenaikkan harga tanah milik warga, diantaranya dengan cara membentuk bank tanah negara.

Hal ini ditandaskan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil. “Selama ini kenaikan harga tanah tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan masyarakat. Masalah harga tanah, itu menjadi suatu kendala bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah layak huni. Maka kami perkenalkan dan persiapkan rancangan bank tanah,”jelas Sofyan Djalil, di Jakarta, belum lama ini.

Masih katanya, masyarakat pekerja tentunya setiap tahun mendapatkan kenaikkan gaji atau penghasilan dari perusahaan atau tempatnya bekerja, namun kenaikkan tersebut hanyalah berdasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonominya saja. Sehingga kenaikkan gaji karyawan tidak akan sebanding dengan melonjaknya harga tanah per tahun.

Jika hal ini di biarkan tidak terkontrol, lanjut Sofyan Djalil, maka generasi keluarga muda yang sekarang ini belum mendapatkan hunian tetap dan permanen akan semakin kesulitan.

“Saat ini, rencana pembentukan bank tanah negara, masih dalam tahap pembahasan tingkat akhir untuk peraturan pemerintah. Mudah-mudahan, awal tahun depan bisa keluar bank tanah negara,” harapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Hari Ganie, menyatakan kalau kenaikkan harga tanah di Jakarta itu merupakan kenaikkan tertinggi di tingkat Asia. Kenaikkannya bisa mencapai 22 hingga 33 persen per tahunnya. “Ini sungguh luar biasa dan harus secepatnya di kendalikan,”jelas Hari Ganie, kemarin.

Berdasarkan pantauan INAPEX.co.id, untuk harga sebuah properti di wilayah Kebayoran Baru, berada pada kisaran Rp 70 sampae 80 juta per meter persegi. Pimpinan Redaksi INAPEX.co.id, Sugeng, menerangkan bisa dihitung secara matematis untuk luas hunian 1.600 meter persegi, maka estimasi harga di lokasi padat seperti daerah kebayoran Baru bisa mencapai Rp 128 milyar.

“Jika melihat bangunan rumahnya yang terdiri dari dua lantai dan sebagian lagi hingga empat lantai, maka menambahkan sekitar Rp 50 miliar adalah perkiraan yang cukup wajar. Jadi tidak heran kalau  harga rumah Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI, yang sedang bermasalah dengan KPK,  dan memiliki rumah di daerah Kebayoran tepatnya di jalan Wijaya, bisa bernilai Rp 180 milyaran,” kata Sugeng.