Syarif Burhanudin ketika meninjau proyek Wisma Atlet di Kemayoran. (Foto: PUPR)
Syarif Burhanuddin ketika meninjau proyek Wisma Atlet di Kemayoran. (Foto: PUPR)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus mendorong penyelesaian proyek multiyears, sehingga bisa selesai tepat waktu.

Hal tersebut ditegaskan, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin saat meninjau lokasi pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran.

Menurutnya, progres pembangunan Wisma Atlet Kemayoran sebagai infrastruktur pendukung Asian Games XVIII-2018 telah mencapai 40 persen.

Kementerian PUPR menargetkan hingga akhir Desember 2016 nanti, progres pembangunan Wisma Atlet Kemayoran bisa mencapai 43 persen.

“Hingga hari ini capaian pembangunan rumah susun (rusun) atau Wisma Atlet untuk Asian Games 2018 di Kemayoran sudah 40 persen,” ujar Syarif , di Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/12).

Syarif menambahkan, rusun tersebut nantinya akan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk atlet yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 mendatang.
Namun, setelah perhelatan olahraga selesai, maka rusun akan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kami optimis hingga Agustus 2017 mendatang seluruh pembangunan Rusun ini bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa Kementerian PUPR membangun 10 tower rusun di kawasan Kemayoran dengan ketinggian bervariasi, ada yang 18 lantai, 24 lantai dan 32 lantai.

Di Blok C2 dibangun tiga tower dengan 1.932 unit hunian dan dapat menampung 5.796 orang. Kemudian di Blok D10 dibangun tujuh tower dengan 5.494 unit hunian dan dapat menampung 16.482 orang.

Luas masing-masing unit hunian 36 meter persegi terdiri dari dua ruang tidur, ruang tamu, kamar mandi dan dapur, dan setiap unit nantinya akan dilengkapi dengan mebel seperti tempat tidur, lemari pakaian dan meja kursi tamu.

Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rusun Strategis Direktorat Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan, Erizal mengakui, sementara ini belum ditemui kendala dan seluruh pelaksanaan masih sesuai jadwal pembangunan rusun yang telah di tetapkan sebelumnya.

“Kami terus mendorong para pekerja serta kontraktor pelaksana pembangunan untuk tetap bekerja sesuai jadwal. Jika cuaca tidak mendukung seperti turun hujan maka kami minta para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan di dalam rusun, misalnya penyelesaian unit kamar yang ada,” tutur Erizal.