Keindahan Masjid Tak Berkubah
Masjid Al Irsyad Bandung (Foto: tnfalalala)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pemakaian kubah pada masjid merupakan bentuk dari sebuah budaya. Oleh sebab itu, masjid tak melulu harus dirancang dengan kubah sebagai penandanya.

Salah satu masjid baru yang tak memakai kubah ialah Masjid Nuurur Rahman di lingkungan Kementerian Agaria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Dibangunnya masjid ini adalah bagaimana ada pembeda dari Masjid Al-Azhar, di antaranya bentuk Joglo dan menara kembar. Dinding terawangan itu juga menandakan masjid,” papar Direktur Utama PT Harmoni Unggul Prakarsa, Jaka Wahyana kepada pers.

Jaka menyatakan, ketika proses desain Masjid Nuurur Rahman yang berjalan selama sebulan, pernah mencuat diskusi dengan tim Dewan Keamanan Masjid (DKM) apakah akan memakai kubah atau tidak.

Diskusi ini akhirnya mengarah ke rancangan yang sekarang ini dibentuk. Jaka menilai bahwa dengan tidak adanya kubah juga merupakan bentuk pengenalan arsitektur masjid pada masyarakat, bahwa masjid tak harus memakai kubah.

Sekarang ini, kata Jaka, masjid tanpa kubah telah banyak diaplikasikan di Indonesia, salah satunya di kota Bandung dengan Masjid Al-Irsyad.

Masjid yang didesain oleh Wali Kotanya sendiri, Ridwan Kamil, yang terinspirasi dari bentuk Kabah. Berbentuk kubus, bangunan masjid tersebut meniadakan kubah dan bergaya modern.

Tidak hanya Masjid Al-Irsyad, Masjid Agung Demak juga tak memakai kubah. Bedanya, Masjid Agung Demak cenderung bergaya tradisional dengan kombinasi unsur Hindu Jawa.

Sedangkan untuk Masjid Nuurur Rahman mengkombinasikan antara desain modern dan tradisional. Desain tradisionalnya mengambil dari desain langgam Joglo. Sementara untuk desain modernnya, ditampilkan oleh desain ramah lingkungan, yakni dengan memaksimalkan cahaya matahari dan udara di sekelilingnya.

Tidak hanya itu, pemakaian air untuk wudhu juga dipakai kembali untuk penyirami tanaman di halaman masjid. Adapun lantai plasa memakai grass block hingga menampung air hujan sebagai cadangan air tanah.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Di tengah sebuah kota baru dengan jumlah penduduk yang padat yaitu Punggol, Singapura, Masjid Al-Islah seluas 3.700 meter persegi didesain untuk memfasilitasi komunitas Muslim lokal yang bisa menampung 4.500 jamaah.

“Kami mencari gagasan tentang ‘Masjid Terbuka’. Sebagai bagian integral dari masyarakat Punggol, masjid baru ini bercita-cita menjadi model keterbukaan, reflektif dengan aspirasi Islam kontemporer di Singapura,” papar Formwekz Architects.