Kegiatan Positif Ini Sering Diabaikan Saat Tinggal di Apartemen!
PPPSRS (Foto: kappri)

 

INAPEX.co.id, –  Tinggal di apartemen menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat urban khususnya di kota-kota besar. Efisiensi menjadi faktor utama hunian ini dipilih karena bisa lebih cepat menuju tempat kerja dan harganya juga lebih murah dibanding rumah biasa.

Beberapa tahun belakangan ini pembangunan apartemen semakin semarak untuk menangkap tren back to the city. Sekarang, makin banyak orang mau tinggal di apartemen sebab tak tahan lagi menghadapi jalur macet lalu lintas dari kawasan pinggiran ke Jakarta.

Di apartemen tak berbeda seperti tinggal di rumah biasa. Jika di rumah biasa ada RT/RW, di apartemen ada Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS/P3SRS) yang dibentuk sesuai amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.

Perhimpunan Penghuni berfungsi sebagai pengelola sebab di apartemen ada hak milik pribadi (unit apartemen) dan milik bersama sehingga apartemen nyaman, tetap terpelihara, dan teratur.

Bagian milik bersama diantaranya koridor, fasilitas, taman, dan lahan apartemen. Pengelolaannya dapat dilakukan sendiri atau menunjuk pihak lain.

Untuk menghindari kemungkinan buruk yang nanti akan terjadi, maka P3SRS atau pemilik apartemen mesti lebih aktif dan antisipatif dengan melakukan seperti:

  1. Untuk penghuni apartemen baru yang belum ada perhimpunannya harus segera dibentuk. Pemilik atau penghuni harus meluangkan waktu hadir dalam pembentukan atau pemilihan pengurus perhimpunan penghuni supaya yang terpilih sesuai aspirasi dan mengutamakan kepentingan penghuni.
  2. Tunjuklah orang-orang yang berkomitmen, memiliki pengetahuan atau mengerti pengelolaan apartemen, dan tak punya motif pribadi. Pengurus perhimpunan penghuni setidaknya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan pengawas. Setelah terbentuknya perhimpunan penghuni, pihak pengembang masih punya kewajiban mendampingi 3-12 bulan.
  3. Setelah perhimpunan penghuni terbentuk langsung buat AD/ART dan diajukan ke dinas terkait untuk memperoleh pengesahan.
  4. Pilihlah pengelola yang berpengalaman, profesional, dan track record-nya bagus. Buatlah kontrak kerja secara rinci di depan notaris yang meliputi tugas dan tanggung jawab, serta kewenangan pengelola. Jenis-jenis keputusan apa saja yang dapat diambil sendiri dan mesti dikonsultasikan dengan P3SRS. Dalam konrak kerja harus dicantumkan klausul tentang pemutusan hubungan kerja, misalnya dalam kondisi apa kontrak itu dapat diputus sebelum jatuh tempo, dan sebagainya.
  5. Pengurus bidang pengawasan P3SRS tidak boleh satu orang, sebaiknya 3 orang, dan secara periodik melaksanakan koordinasi dengan pengelola.