Kalangan Milenial Mulai Berdatangan Untuk Membeli Hunian
Kalangan Milenial Sedang Memilih Hunian Baru (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berdasarkan pantauan INAPEX.co.id, kalangan milenial atau yang lahir mulai tahun 1980-2000 sudah banyak terlihat disejumlah booth perumahan dan apartemen.

Persiapan membeli rumah dari sekarang memang harus dilakukan, sebab banyak pengembang yang menyajikan rumah dan apartemen dengan cara pembelian yang mudah dan murah.

Jika sudah ada cukup uang dan diyakini pekerjaan sudah tetap bisa langsung memilih hunian sesuai kebutuhan dan selera yang diinginkan.

“Saya beli rumah itu penting, apalagi saya maunya punya rumah banyak untuk investasi. Kayanya enak aja ngumpulin rumah banyak nanti tinggal dikontrak-kontrakin. Makanya itu alasan saya beli rumah pertama di sini dan berlanjut kalau ada uang lagi,” ujar Salah satu pengunjung, Firman, di Hall B JCC Jakarta, Minggu (12/2).

Firman menyadari bahwa harga rumah terus naik setiap tahunnya. Baginya itu tidak merugikan jika ia membelinya dari sekarang.

Perlu diketahui, Generasi muda Indonesia yang lahir di tahun 1980-2000 atau generasi milenial, akan semakin sulit membeli rumah di 4-5 tahun mendatang.

Hal ini dikarenakan kenaikan gaji atau pendapatannya tidak sebanding dengan kenaikan harga hunian. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

“Generasi milenium tidak bisa membeli atau mencicil rumah di dalam kota. Karena pendapatannya dalam 4-5 tahun bekerja hanya naik 10%. Tidak sebanding dengan kenaikan harga tanah yang bisa mencapai 15-20%,” papar Darmin.

Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut berani memastikan bahwa bila kondisi ini tak diantisipasi oleh generasi milenial dengan mencari pekerjaan yang berpenghasilan lebih besar atau mencari penghasilan tambahan dengan berbisnis, maka impian memiliki rumah selamanya hanya jadi mimpi.

Kesulitan membeli atau mencicil rumah, tambah Darwin, bahkan saat ini telah dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia kelahiran periode 1980 hingga awal 2000-an.

“Jadi dalam beberapa tahun (ke depan) akan ketinggalan,” tambahnya.

Jangan tunda lagi beli rumah, agar tidak menyesal seumur hidup sebab saat berkeluarga tidak bisa memiliki rumah sendiri dan selamanya terus bergantung pada orang tua.

Logikanya, jika sekarang saja sudah sulit untuk beli rumah, apalagi masa-masa nanti karena harga rumah terus naik, bukan?

Supaya generasi milenial dapat memiliki rumah pribadi, tambah Darmin, dengan membuka lebih besar akses untuk mereka. Pemerintah mesti segera membuat kebijakan ekonomi di bidang pertanahan.

Salah satunya adalah dengan menyiapkan kebijakan tabungan tanah atau land bank untuk masyarakat perkotaan.