Jpeg
Kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dalam rangka reses masa persidangan III Tahun Sidang 2016-2017 di Kabupaten Badung. (Foto: setkab)

 

BANDUNG, INAPEX.co.id, – Selain memprioritaskan progam sandang, pangan dan papan, Kabupaten Badung juga ingin mengembangkan Smart City.

Hal tersebut dilontarkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ketika mendapat kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dalam rangka reses masa persidangan III Tahun Sidang 2016-2017 di Kabupaten Badung.

“Terkait dengan pendidikan, program dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk mendukung program ini, Badung merencanakan buat smart city dengan benchmark dari Kota Bandung, Surabaya, dan Provinsi DKI Jakarta,” kata Bupati Nyoman Giri Prasta, di Badung, Senin (27/2).

Kemudian rombongan Komisi II DPR RI, dipimpin oleh Fandi Ahmad (Fraksi Partai Demokrat), diterima langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati I Ketut Suiasa, dan Ketua DPRD Badung Putu Parwata di Kantor Bupati Badung.

Menurut Giri Prasta, bahwa Kabupaten Badung juga memberikan santunan bagi warganya yang meninggal dunia. “Untuk santunan kemarian kematian diberikan sebesar Rp 10 juta,” ujar Prasta.

Selain itu, Bupati I Nyoman Giri Prasta mengemukakan, juga menjelaskan tentang APBD Kabupaten Badung, pada tahun 2017 ini dianggarkan sebesar Rp 5,4triliun, atau naik dibanding APBD sebesar Rp4,17 triliun. “Sektor parwisata masih menjadi andalan Kabupaten Badung,” ujarnya.

Kemudian, terkait pelayanan administrasi kependudukan sampai sekarang masih tahap proses perekaman data untuk Kartu Penduduk Elektronik (KTP El) serta terus diperbaiki. Pimpinan Rombongan Komisi II DPR RI, Fandi Ahmad menyampaikan tujuan kerja dalam hal pengawasan terkait pelayanan publik. “Pelayanan publik di Badung termasuk nomor satu. Selain itu, Badung juga masuk dalam kategori perbatasan,” kata Fandi.

Terlihat rombangan yang ikut hadir diantaranya anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko (PDIP), Suasana Dachi (Gerindra), Libert Kristo Ibo (Demokrat), Rufinus Hotmaulana Hutauruk (Hanura), Arteria Dahlan (PDIP), Komarudin Watubun (PDIP), Sirmadji (PDIP), Dadang S Muchtar (Golkar), Agung Widiyantoro (Golkar), Ali Umri (Nasdem), Hartanto Edhie Wibowo (Demokrat), H. Kartana (Demokrat), Sutriyono (PKS), Baidowi (PPP), Azikin Solthan (Gerindra), Bambang Riyanto (Gerindra), Komisioner Ombudsman Adrianus Meilala, dan perwakilan mitra kerja Komisi II DPR RI.