Jokowi Datang, Rumah Subsidi Semakin Laris
Rumah Subsidi (Foto: rumahdijual)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati telah habis terjual, peminat perumahan Villa Kencana Cikarang di Bekasi, Jawa Barat, masih begitu banyak. Kini, tercatat 1.000 pembeli berstatus menunggu atau waiting list untuk memperoleh rumah yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Mei lalu itu.

Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati Group (SPS Group), Asmat Amin menuturkan bahwa tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian ini karena faktor Jokowi.

“Kelebihan rumah ini karena diresmikan Jokowi, jadi terekspos media. Selain itu, karena ini rumah subsidi dengan harga terjangkau tapi fasilitas kelas real estate, ” jelas Asmat kepada pers, baru-baru ini.

Dari 8.749 unit rumah yang akan dibangun, ada 2.600 unit yang tengah menunggu proses akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Hal tersebut dikarenakan dua hal, yaitu proses pembangunan yang belum rampung dan BI Checking yang tengah dilaksanakan. “Yang 1.800 unit dalam proses pembangunan, sisanya sudah jadi,” jelas dia.

Asmat menilai bila nantinya ada pembeli yang gagal saat proses BI Checking, maka mereka yang sudah berada dalam daftar tunggu berkesempatan memperoleh rumah tersebut.

Untuk diketahui, harga jual per unit rumah di Villa Kencana Cikarang dibanderol Rp.141 juta. Rumah itu bisa dicicil hanya Rp.800.000/bulan. Untuk akses KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), masyarakat hanya dikenakan bunga acuan 5 persen dengan masa cicil hingga 20 tahun.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, pasar apartemen menengah di dekat pusat bisnis Jakarta masih sangat bagus. Di Ciputat misalnya, apartemen-apartemen yang harganya terjangkau tetap diminati konsumen.

Apartemen Ciputat Resort seluas 1,3 hektar di Jl RE Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, sejak dipasarkan awal 2016 telah menyelesaikan penjualan tower I sebanyak 504 unit.

Penjualan apartemen di kawasan tersebut sangat bagus sebab lokasinya dekat dengan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang akan menjadi depo dan stasiun MRT (mass rapit transit).

“Tower kedua (624 unit) yang kami luncurkan awal tahun ini sudah terjual 352 unit. Groundbreaking-nya memang agak terlambat karena kita menunggu legalitasnya clear semua dan sekarang sudah selesai,” ujar Supervisor PT Megakarya Propertindo, pengembang Ciputat Resort, Putra, Jumat (27/8).

Targetnya penjualannya habis pada akhir tahun 2017. Untuk itu pengembang menawarkan beragam cara pembayaran menarik mulai dari Rp.1 jutaan. Gimmick tersebut hanya berlaku untuk tipe studio dan besaran diskonnya juga dapat berbeda-beda.

Tipe studio harganya mulai Rp.272 juta, naik hampir Rp.100 juta dari harga perdana (Rp.180 juta). Konsumen berhak atas diskon sebanyak Rp.40 juta (bisa lebih besar tergantung luas dan cara bayar) sehingga uang muka yang dibayar Rp.46,5 juta.

Uang muka ini boleh dicicil 2 tahun (24x bayar) dan pada saat lunas dapat langsung dialihkan ke bank dengan KPA. Dengan pola seperti ini cicilannya menjadi lebih ringan dan konsumen dapat mempunyai unit dengan menabung uang muka kemudian dilanjutkan dengan cicilan ke bank.

“Sekarang kami sedang persiapan pondasi, paling lambat awal tahun depan sudah groundbreaking. Dengan skema seperti ini timing-nya pas, konsumen mencicil uang muka 2 tahun setelah lunas apartemennya jadi,” tutupnya.