Presentasi BTN terkait kebijakan bunga KPR. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Jika memiliki pengalaman pernah ditolak saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ini saatnya untuk memanfaatkan kemudahan di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).

Tak sedikit, masyarakat saat pengajuan kredit rumah yang sudah direncanakan susah payah, ditolak seketika oleh pihak bank karena beberapa alasan.

Kendati demikian, jika dilihat dari sudut positif, atas penolakan pengajuan KPR sebelumnya itu menjadi pelajaran tambahan di kemudian hari.

Bahkan bisa dijadikan sebagai wadah instropeksi diri untuk menilai apa saja kekurangan yang dimiliki. Adapun untuk Anda yang baru saja akan mengajukan permohonan KPR, perlu diketahui 4 dasar alasan kuat yang sering dijadikan pedoman bank untuk menolak pengajuan kredit.

1. KURANG BERKUALITAS

Dalam urusan KPR, sertifikat dan rumah yang dicicil merupakan jaminan atau agunan bagi bank. Oleh sebab itu, jika jaminan tersebut kurang layak maka bank tidak akan mau mengalirkan dana kreditnya.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 18/16/PBI/2016, dijelaskan bahwa nilai jaminan untuk KPR rumah tapak yakni di atas 70 meter persegi, dengan maksimal 85% dari nilai jaminannya. Bila di luar dari ketentuan tersebut, umumnya bank akan langsung menolak atau jika diperlukan meninjau ulang pengajuan kreditnya.

2. MASA KERJA

Sejumlah bank biasanya memberikan persyaratan yang sangat ketat kepada setiap pemohon. Bagi Anda yang berstatus karyawan, bank akan memberi syarat sudah bekerja atau menjadi karyawan tetap selama dua tahun.

Bila masa kerja belum dua tahun, Anda harus menyertakan surat keterangan kerja/SK pengangkatan dari kantor sebelumnya sehingga masa kerja Anda genap/melampaui dua tahun. Pada dasarnya, bank lebih mudah menyetujui pemohon dengan masa kerja minimal dua tahun.

4. TIDAK MENYAKINKAN

Siapa sangka keberhasilan atau kegagalan pengajuan KPR Anda ditentukan dari performa Anda sendiri pada saat bertemu pihak bank. Pihak bank lebih senang bila calon debitur berbicara sopan, jujur saat wawancara dan tak berbelit-belit, serta berpenampilan rapi.

Tidak hanya itu, yang terpenting ialah performa Anda sebagai calon debitur. Bila memiliki catatan kredit macet, seperti cicilan kendaraan, dan lain-lain, akan sangat sulit untuk memperoleh cicilan dari bank.

Perlu diketahui, semua data dan catatan cicilan Anda tercatat oleh Bank Indonesia dan dapat diakses oleh semua bank.

5. BUKAN REKANAN

Sebaiknya, carilah perumahan yang pengembangnya telah bekerjasama dengan bank pemberi KPR incaran Anda. Tujuannya tentu saja agar permohonan kredit lancar.

Tidak hanya itu, cari tahu lebih banyak tentang pengembang misalnya sudah berapa lama berdiri, proyek apa saja yang pernah dikembangkan, serta masalah hukum apa yang pernah dihadapi. Semakin buruk reputasi pengembang, maka semakin besar kemungkinkan kredit Anda ditolak.

Sementara itu, PT. Adhouse Clarion Events (ACE) bekerjasama dengan BTN, kembali menggelar pameran IPEX yang diselenggarakan mulai 22 – 30 September 2018 di Hall, A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Ajang promosi proyek properti ini, merupakan pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan ACE. IPEX 2018 memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun 2017 terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” jelas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia, serta menjadi rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018.

Penyelenggaraan IPEX periode September 2018 ini, melibatkan 200 peserta developer dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp.197 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Selama pameran berlangsung, Bank BTN  memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.