BTN Rilis Indeks Harga Properti. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Menjelang penyelenggaraan pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, PT Bank Tabungan Negara (BTN) merilis indeks harga properti.

House Price Index (HPI) yang dirilis BTN ini diharapkan bisa menjadi acuan perkembangan harga jual-beli rumah bagi pengembang (developer) dan konsumen.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan HPI yaitu indeks perkembangan harga ‘terakurat’ karena indikator yang digunakan jauh lebih luas dibandingkan indeks yang pernah dikeluarkan sebelumnya.

Maryono menambahkan, indeks ini tak hanya menggunakan data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari BTN di seluruh Indonesia.

Namun, turut memperhitungkan data karakteristik rumah, seperti luas, kualitas bangunan, posisi dan lokasi rumah, harga beli dan jual, hingga fasilitas umum dan sosial yang ada di sekitar rumah.

Selain itu, indeks ini juga memperhitungkan pertumbuhan nilai rumah dengan membandingkan harga dua atau lebih dari rumah yang berbeda tetapi memiliki karakteristik dan kualitas yang sama.

Bahkan, menurutnya, indeks harga rumah yang dikeluarkan BTN ini jauh lebih rinci dari indeks harga yang digunakan Bank Indonesia (BI), yaitu harga perumahan yang berasal dari listing para pengembang. Sedangkan BTN menggunakan harga yang ada di tangan konsumen.

“Jadi HPI ini sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujar Maryono di Menara BTN, Jakarta, baru-baru ini.

Kendati demikian, Maryono mengatakan, kehadiran indeks ini bukan untuk menyaingi indikator harga lain yang dikeluarkan oleh bank atau institusi lain. Kehadiran HPI diharapkan bisa digunakan antar institusi untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor perumahan.

HPI dinilai sangat tepat digunakan pemerintah untuk turut mengukur pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang lebih rinci dari sektor perumahan, termasuk untuk mengantisipasi terjadinya bubble economy.

Lalu, bagi bank, kehadiran indeks ini diharapkan bisa jadi salah satu acuan baru untuk menentukan plafon fasilitas KPR ke depan. Sementara bagi pengembang, diharapkan bisa jadi acuan untuk penentuan harga properti di pasaran ke depan.

“Sedangkan bagi konsumen, tentu bisa mendapat informasi yang valid mengenai harga rumah, baik untuk hunian hingga investasi,” pungkasnya.

Vice President PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana. (Foto: dok.inapex)

Sementara itu, PT. Adhouse Clarion Events (ACE), bekerjasama dengan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, kembali menggelar pameran IPEX yang diselenggarakan mulai Sabtu, 22 sampai 30 September 2018 di Hall, A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Ajang promosi proyek properti ini, merupakan pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan. IPEX 2018 memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun 2017 terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” jelas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia, serta menjadi rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Perumahan Nasional.

Penyelenggaraan IPEX periode September 2018 ini, melibatkan 200 peserta developer dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp.197 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Selama pameran berlangsung, Bank BTN juga akan memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.