Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –Kebijakan deregulasi percepatan proses perizinan dalam pembangunan rumah yang telah diteken Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini,ternyata belum mampu mendorong pertumbuhan yang menggembirakan terhadap Program Nasional Sejuta Rumah.

Hingga akhir Nopember ini ,realisasi pembangunan rumah program pemerintahan Jokowi baru mencapai 663.314 unit rumah saja.

Diakui MenPUPR RI, Basuki Hadimoeljono, kalau capaian tersebut hanya mengalami kenaikan sebanyak 39.970 unit rumah saja bila di perbandingkan dengan bulan Setember 2017

“Di Indonesia sekarang ini untuk kebutuhan pokok papan, sandang, dan pangan, baru tercapai sandangnya saja. Sementara untuk pangan dan papan, belum bisa terpenuhi kebutuhannya secara maksimal,” kata Basuki di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari sejumlah unit yang sudah terbangun hingga nopember ini, lanjut Basuki, sebanyak 544.870 unit diantaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan sisanya sebanyak 118.444 unit diperuntukkan bagi non-MBR.

Ditambahkannya, berdasarkan data dari Kementerian PUPR, untuk perumahan bagi MBR yang dianggarkan untuk sejumlah 182.549 unit, baik rumah yang dibangun maupun rumah rehabilitasi, sudah terealisasi.

“Anggaran tersebut diperuntukkan untuk sejumlah hal. Seperti program pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa), rumah khusus, bantuan stimulan rumah swadaya dan dana alokasi khusus bidang perumahan,” rinci Basuki.

Sementara itu, kata Basuki Hadimoeljono, rumah MBR yang dibangun Pemerintah Daerah sebanyak 148.180 unit, aksi sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sebanyak 118 unit, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebanyak 40.038 unit, masyarakat sebanyak 75.451 unit, dan yang dibangun oleh para pengembang sebanyak 96.968 unit.

Pemerintah sendiri dalam Program Nasional Sejuta Rumah menargetkan, 70 persen diantaranya merupakan rumah yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan sisanya 30 persen untuk non MBR.

Namun melihat capaian hingga sekarang ini, Basuki memperkirakan, realisasi Program Sejuta Rumah pada akhir tahun 2017hanya akan berkisar 900 ribu unit. Meskipun, tak sampai 100 persen dari target, proyeksi itu masih melampaui realisasi tahun lalu yang hanya berkisar 860 ribu.

“Kami terus mendorong bersama Kementerian Dalam Negeri. Lalu, kami juga berkoordinasi dengan Gubernur, Bupati, dan walikota,” jelasnya.