Jangan Ngaku Pecinta Kopi, Kalau Belum Minum di Kedai Terbesar di Dunia
Kedai Terbesar di Dunia (Foto: starbucks)

 

INAPEX.co.id, – Kabar gembira bagi para pecinta kopi, karena sebuah kedai kopi setinggi empat lantai dengan luas 4.000 meter persegi milik Starbucks akan dibuka di Chicago, Illinois, Amerika Serikat pada 2019.

Jika telah rampung dibangun nanti, gedung tersebut jadi kedai kopi milik Starbucks terbesar di dunia.

“Setelah membuka toko Starbucks pertama kami di Chicago hampir 30 tahun lalu atau yang pertama di luar Seattle, ini adalah kota yang sangat istimewa bagi saya,” ungkap Ketua Eksekutif Starbucks Howard Schultz.

Pada saat itu, lanjut dia, pembukaan toko merupakan ujian bagi Starbucks sebab pelanggan Chicago sangat kritis, dan cerdas dalam memilih kopi.

Chicago ialah kota lingkungan, maka dari itu Starbucks meluangkan waktu untuk menemukan lokasi yang tepat.

Ruangannya pun dicocokkan dengan pengalaman menikmati kopi yang belum pernah ada di Chicago, yang ditawarkan oleh roaster premium Starbucks.

“Untuk berada di salah jalan ritel paling terkenal di dunia adalah saat yang membanggakan bagi kami semua,” kata Schultz.

Kedai baru tersebut menyerupai kedai Starbuck andalan di Seattle, Washington, yang merupakan kedai tersukses yang dibuka sejak perusahaan ini berdiri.

Rencananya, kedai ini akan jadi lingkungan kopi sensasional seluruhnya yang didedikasikan sebagai tempat untuk memanggang, menyeduh dan mengemas kopi.

Sekarang, lebih dari 25.000 gerai Starbucks di seluruh dunia, belum mengumumkan arsitek di balik aksi ekspansif tersebut.

Dari visualisasinya, nampak akan ada empat lantai yang dibalut banyak jendela dengan teras atap pada fasadnya.

Lokasi strategis juga diperkirakan akan menarik penduduk lokal dan wisatawan dari seluruh dunia saat beroperasi nanti.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, sebagai salah ibu kota negara di dunia, Jakarta mempunyai banyak masalah rumit.

Perencana tata kota asal Belanda, Winy Maas mengungkapkan bahwa dilema yang terjadi di Jakarta, setelah diskusi bertajuk “Transforming Lives Human & Cities: How Social & Green Can We Go?” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (2/5).

Tidak hanya soal lahan, permasalahan yang dialami Jakarta di antaranya ialah kemiskinan sampai kurang sehatnya ventilasi dan sirkulasi udara di lingkungan masyarakat.

Walaupun Jakarta adalah kota terbesar, namun fase kerapatan tempat tinggal relatif masih di bawah.

Maas pun menyarankan supaya pemerintah daerah (pemda) memperbaikinya dengan mengombinasikan semua masalah agar bisa dikendalikan, dan ditingkatkan supaya mobilitas masyarakat menjadi lebih baik.

“Jakarta adalah sebuah monster, monster yang indah dengan banyak kegembiraan di dalamnya,” jelas dia.

“Dan menurut saya, masalah ini harus Anda ketahui dan temukan tata cara pengelolaannya,” tambah Maas.

Maas mengingatkan, jika kondisi ini terus menerus terjadi, kondisi Jakarta akan semakin buruk dalam 20 tahun ke depan. Pasalnya, pemerintah tak mampu mengelola pembangunan tata kota dengan baik.