Jangan Lakukan Lagi, 7 Hal Sepele yang Membuat Anda Sulit Beli Rumah
Ilustrasi (Foto: thinknowresearch)

 

INAPEX.co.id – Setiap orang tentu ingin punya rumah sendiri. Sayangnya, umumnya orang melakukan 7 hal sepele yang membuatnya sulit beli rumah, sebab tidak bisa mengatur keuangannya secara disiplin. Alhasil, resolusi membeli rumah baru belum juga terealisasi hingga kini.

Padahal saat ini pembelian rumah telah difasilitasi keringanan melalui pembiayaan KPR. Sejumlah pengembang juga ada yang menawarkan promo uang muka ringan dan cicilan bertahap dengan jangka waktu satu sampai dua tahun.

Akan tetapi, tetap saja masih banyak orang yang kesulitan mengumpulkan uang muka rumah. Jangan pesimis, supaya cepat memiliki rumah segera hindari 7 kebiasaan yang membuat Anda sulit memiliki rumah berikut ini!

1. Gaya Hidup Tidak Sesuai Kemampuan

Ada sejumlah orang yang ingin terlihat ‘wah’ dengan jalan-jalan ke luar negeri, membeli sepatu, tas, dan jam tangan branded padahal semuanya dibayar dengan cicilan kartu kredit. Pada titik tertentu kebiasaan tersebut akan menjebak Anda di pusaran utang yang sangat besar.

Berhenti membuat keluarga dan teman-teman terkesan dengan gaya hidup yang tak sesuai dengan kemampuan. Mulai bangun kepercayaan diri dan percaya bahwa harga diri seseorang tak selalu dinilai berdasarkan materi.

2. Tidak Menabung Setiap Bulan

Sejumlah konsultan keuangan menyarankan bahwa Anda mesti menyimpan uang tabungan sebanyak 10 persen dari penghasilan bulanan. Namun, jumlah tersebut sebenarnya belum mencukupi untuk uang muka pembelian rumah.

Pertimbangkan kembali kebutuhan bulanan dan pangkas pengeluaran yang tak penting. Simpan uang dengan metode deposito agar dapat langsung memotong pendapatan bulanan Anda.

3. Tidak Punya Uang, Belanja Pakai Kartu Kredit 

Punya kartu kredit seringkali menggoda Anda untuk membeli sesuatu saat tak punya uang. Tidak masalah apabila pengeluaran itu masuk dalam kebutuhan bulanan. Tetapi, jika berkaitan dengan pengeluaran tambahan/sekunder sebaiknya urungkan niat ini.

Sebab, Anda akan terbiasa mengulangi hal ini sampai tak sadar sudah menimbun hutang yang besar di bulan depan.

4. Meminjamkan Uang

Tak ada salahnya membantu sesama, namun lakukan pertimbangan yang matang sebelum memberi uang pinjaman kepada teman atau keluarga. Meminjamkan uang untuk membayar tagihan bulanan bukanlah ide bagus.

Jika tulus membantu, lebih baik Anda memberi sejumlah uang (sesuai kemampuan) kepada teman atau keluarga yang memerlukan.

5. Tidak Mempunyai Dana Darurat

Kebiasaan buruk yang banyak dilakukan orang ialah tak mempunyai uang simpanan untuk kejadian tak terduga. Akhirnya, bila terjadi kecelakaan atau musibah mereka terpaksa mencari pinjaman uang dengan mendadak. Hal ini pasti membuat daftar utang semakin tebal.

Daripada membeli benda yang tak benar-benar dibutuhkan, lebih baik disimpan untuk keperluan mendesak. Tabungan tersebut juga dapat digunakan untuk menambah uang muka bila terdapat kekurangan.

6. Terbiasa Berhutang

Bertambahnya usia, ada banyak kejadian yang mengubah cara berfikir tentang uang. Misalnya, Anda berpikir bahwa berutang merupakanh hal yang biasa, maka sepanjang usia Anda akan terus terlilit utang.

Saat ini, coba terapkan pola pikir positif tentang pengelolaan uang yang bijak. Fokus pada pelunasan utang dengan cara mengambil pekerjaan lepas (freelance) atau mulai berdagang. Sementara itu, terus jalani hidup sederhana dan usahakan menabung bila ada uang sisa.

7. Belanja Menuruti Keinginan

Buang jauh-jauh kebiasaan atau sifat yang mudah tergiur dengan potongan diskon dan godaan strategi marketing yang menjebak. Pengelolaan uang yang bijak tak hanya sekedar membeli apa yang benar-benar diinginkan. Gunakan logika untuk mengambil keputusan. Seperti di musim diskon, cukup beli barang yang diperlukan.

Sudah Melakukan Semua Hal Tersebut?

Inilah waktunya Anda punya rumah impian. Tanggal 11 sampai 20 Agustus 2017 nanti, pameran properti ini diselenggarakan PT Adhouse Indonesia Cipta. Acaranya sendiri akan berlangsung di  Jakarta Convention Center Senayan.

Dalam pameran ini, harga rumah yang ditawarkan mulai dari Rp.126 Juta hingga miliaran. Maka dari itu, mulai dari kalangan MBR, kalangan menengah dan kalangan atas bisa mencari hunian yang dibutuhkan, baik untuk dipakai sendiri maupun investasi.

Melalui pameran ini, Bank BTN berharap dapat menjadi wadah dalam mempertemukan antara pengembang dengan masyarakat yang tengah memerlukan rumah.

Bagi pengunjung yang membeli properti apa saja di pameran, BTN akan memberikan 17 kemudahan diantaranya:

  • Suku Bunga / Margin Murah, 5.00 % (Fixed 1 Th & Cap 2 Th), 6.50 % (Fixed Rate 3 Th),
  • Uang Muka Ringan,
  • Diskon Provisi 50%,
  • Diskon administrasi 50%,
  • Diskon premi asuransi 20%,
  • Satu hari persetujuan KPR,
  • Pengajuan aplikasi KPR bisa dilakukan via online,
  • Program KPR bundling furnitur dan kendaraan bermotor, dan sebagainya.