Jangan Ditunda Lagi, Harga Rumah Naik Rp.100 Juta
Pembeli Rumah (Foto: dok.inapex)

 

BOGOR, INAPEX.co.id – Harga rumah secara perlahan mengalami peningkatan. Jika beberapa tahu lalu banyak rumah dibandrol Rp.200 juta, sekarang harganya sudah naik Rp.100 juta yakni Rp.300 juta hingga Rp.400 jutaan.

Harga rumah di Parung naik misalnya, hal ini dikarenakan semakin mahalnya properti di Cinangka dan Sawangan, Depok.

Salah satunya The Orchard Residences seluas 1,8 hektar di Jl Pamagar Sari, Kampung Tajur, Parung, yang dikembangkan PT Kayana Inti Selaras (KIS). KIS mengembangkan 110 rumah dan 8 unit ruko.

Rumah tipe 38/72 seharga Rp.435 juta, tipe 45/84 Rp.510 juta, tipe 57/90 Rp.620 juta dan 68/105 Rp.730 juta. Area yang dikembangkan 60 persen, sisanya untuk ruang terbuka hijau dan infrastruktur.

“Pemasarannya dimulai tahun lalu mulai Rp.300 jutaan, kenaikannya cukup bagus karena lokasinya di Jl Raya Parung tapi dekat dengan kawasan Serpong,” imbuh staf pemasaran The Orchard Residences Muammar, kepada media di Parung, Kamis (6/7).

Pengembang menawarkan cara pembayaran sangat mudah dengan DP Rp.20 juta dapat dicicil. Pembangunan rumahnya dijanjikan rampung 6-8 bulan.

Fasilitas yang tersedia di perumahan yakni kolam renang, sarana ibadah, pedestrian, sarana olah raga, dan taman. Induk KIS, Sunan Group, mengembangkan beberapa mini realestat di sekitar Jakarta, seperti Pearl Garden Sawangan, Pearl Garden Cimanggis, Victorian Bintaro, Larasati Village Cibubur.

Show Unit

Segala upaya dijalankan pengembang untuk mendorong penjualan proyeknya. Salah satunya dengan membuat unit contoh (show unit), baik rumah maupun apartemen.

Show unit ini dibutuhkan untuk memberi gambaran kepada konsumen mengenai produk yang dibeli dan bagaimana penataan interiornya supaya nyaman dihuni.

Namun, rumah contoh yang dibuat pengembang biasanya lebih menonjolkan tampilan menarik. Fungsi ruang dan kebutuhan ruang calon konsumen tidak ditonjolkan.

“Sifatnya hanya make up dan itu tidak esensial bagi konsumen. Esensi rumah itu kenyamanan penghuni, makanya rumah sangat custom disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan lifestyle penghuninya,” papar Principal TFS Studio Jakarta, Felix Dharmaputra, kepada media di Jakarta, Rabu (5/7).

Felix menyarankan untuk pengembang membuat show unit yang tak hanya menarik namun juga diarahkan untuk pemenuhan lifestyle konsumen. Misalnya harus dipikirkan layout ruang yang sangat dibutuhkan konsumen, tak hanya tata ruang yang terlalu umum.

Contohnya untuk konsumen dari kalangan profesional muda didesain titik lampu yang spesifik dan tempat-tempat perangkat elektornik lainnya. Selanjutnya, bagaimana pembagian dan transisi dari ruang ke ruang termasuk transisi antara ruang dalam dan luar.

Felix mengingatkan supaya konsumen lebih cerdas menetapkan pilihannya. Pasalnya jika hanya disodori tampilan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupnya terpaksa sebelum dihuni direnovasi. Hasilnya keluar biaya tidak kecil.

“Seharusnya developer dalam membuat unit contoh titik beratnya untuk kebutuhan konsumen. Jangan membuat satu unit contoh, harus lebih agar  konsumen bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhannya,” tutupnya.