Jalur Tol Semarang- Demak dibangun di atas Tanggul Laut
Jalur Tol Semarang- Demak (Foto: merdeka)

 

GROBOGAN, INAPEX.co.id, – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan jalur Tol Semarang-Demak akan difungsikan menjadi tanggul laut penahan air rob.

Pemerintah daerah tengah menyiapkan trase baru berdasarkan permintaan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jalur yang dilewati tol, khusus Semarang-Demak nanti digeser. Jadi nanti sosialisasi lagi,” tutur Ganjar, disela Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan eks Karesidenan Semarang di Grobogan, Jumat (10/3/2017).

Pemprov Jateng sebelumnya telah membuat trase berhubungan dengan jalur Tol Semarang-Demak. Pemprov membentuk tim pengadaan tanah lewat surat pengumuman nomor 590/0012570 tentang Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

Jalur yang disiapkan memerlukan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan tersebut dibagi jadi dua seksi, yakni seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Seksi I Kota Semarang ialah Kecamatan Genuk, terdiri dari Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo.

Sedangkan Seksi II di Kabupaten Demak ada empat kecamatan diantaranya Kecamatan Sayung yang mencakup Desa Sriwulan, Bedono, Loireng, Sidogemah, Sayung, Purwosari, Tambakroto.

Kecamatan Karangtengah meliputi Desa Batu, Kedunguter, Wonokerto, Karangsari, Pulosari, Dukun, Grogol.

Kecamatan Wonosalam yang terdiri dari Desa Karangrejo, Kendaldoyong, Wonosalam, dan Kecamatan Demak di Kelurahan Kadilangu.

Akan tetapi sebagian ruas tersebut dipastikan akan bergeser. Trase awal ini belum mengakomodasi pembuatan tanggul laut penahan air rob.

“Tol Demak ini buat bendung laut. Jadi tol nanti fungsinya dobel. Buat lewat sama bendung rob, biar Demak tata ruangnya bagus,” jelasnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengaku sudah menyerahkan seluruh trase jalur Semarang-Demak ke Pemerintah provinsi Jawa Tengah.

“Sudah ada linennya, dan saya sudah berkoordinasi dengan Pak Ganjar terkait hal itu,” ucap Basuki.

 

Terkait desain, Kementerian PUPR akan memakai Detailed Engineering Design (DED) yang sudah dirancang PUSDAPA Jateng, 2016 lalu.

“Beberapa waktu lalu, kami mendampingi Bupati Demak untuk presentasi tanggul laut di depan Menteri PUPR. Ternyata desain yang sudah kami buat, akan dipakai,” imbuhnya.

Desain yang dipresentasikan ini, tambah dia, murni hanya tanggul laut. Bukan desain yang telah jadi satu dengan jalan tol. Gambarannya, tanggul laut dibagi jadi dua bagian. Pertama sepanjang 3 km dari muara Sungai Tenggang sampai Sungai Seringin. Yang kedua, 15 km dari muara Sungai Babon sampai Sungai Jajar.

“Rencananya akan kami mulai bangun 2017 ini. Tapi setelah ada wacana mau bikin tol sekalian, ya kami menunggu kepastiannya dulu,” tutupnya.