Jalan Penghubung di Perumahan Mayfair Juga Bisa Diakses Publik
Ilustrasi (Foto: ceritamedan)

 

MEDAN, INAPEX.co.id – Jalan penghubung di Perumahan Mayfair juga bisa diakses publik. Apakah benar? Direktur Sales dan Marketing Wiraland, Jenny Lok membenarkan hal tersebut bahwa tak hanya warga perumahan yang dapat memanfaatkan infrastruktur ini.

Di buka oleh Wiraland Property Group terletak di tengah-tengah perumahan Mayfair, akan diresmikan pada akhir 2017. Akses ini menghubungkan tiga jalan protokol besar, yaitu Jalan Ngumban Surbakti, Setia Budi dan Jamin Ginting.

Lama perjalanan yang ditempuh dari Jalan Bunga Terompet ke Jalan Setia Budi melewati Jalan Ngumban Surbakti berkisar 15 menit, jika melewati jalan penghubung hanya butuh waktu tiga menit.

“Bagi kami, akses ini mendongkrak harga tanah dan perumahan. Nanti setelah ada Light Rail Transit (LRT), kami yakin akan mendorong pertumbuhan dan nilai tanah sampai 20 persen setiap tahunnya,” tutur Jenny,¬†Senin (30/10).

Konstruksi LRT Medan akan dikerjakan pada 2019. Proyek senilai Rp.6,3 triliun ini tengah dalam masa studi kelayakan untuk selanjutnya ditenderkan. Rencananya, LRT meliputi kawasan Jamin Ginting Medan.

Kontribusi Wiraland dalam pembangunan ini ialah dengan membuat jalan penghubung yang melintasi perumahan Mayfair di Jalan Besar Ngumban Surbakti.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, kecelakaan pada proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Minggu (29/10/2017), sebenarnya tidak harus terjadi.

Pasalnya, pekerjaan konstruksi proyek tol ini dianggap lebih sederhana jika dibandingkan dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta atau pekerjaan jalan layang (flyover) Cipulir.

“Itu konstruksinya simpel. Begini, cuma ada pilar,. Di antara pilar itu ditempatkan balok precast yang sudah dicetak. Jadi sebenarnya simpel sekali,” imbuh Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Davy Sukamta , Senin (30/10).

Imbas dari kecelakaan, Minggu (29/10/2017) seorang pegawai PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Heri Sunandar, meninggal di tempat. Sedangkan dua lainnya, Sugiyono yang juga karyawan Waskita dan Nurdin yang bekerja di PT Panca Sakti mengalami luka-luka.

Davy menduga, kecelakaan terjadi bukan karena kegagalan dalam perencanaan, melainkan ketika pelaksanaan. Jika kegagalan terjadi dalam perencanaan, bentuk runtuhan balok girder akan berbeda. Tidak hanya itu, kegagalan atau runtuh kemungkinan akan terjadi sejak pemasangan girder pertama.

“Kalau lihat foto yang ada, itu patah di beberapa tempat kemungkinan karena jatuh. Kalau jatuh itu biasanya karena posisinya cukup tinggi, baloknnya juga langsing, dudukkannya enggak bagus, jadi dia bisa jatuh. Jadi ceroboh menurut saya itu,” jelasnya.