Jakarta Rawan Banjir, Tidak Menurunkan Minat Pembeli Properti
Jakarta Rawan Banjir (Foto: indowarta)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Mungkin ini terdengar aneh, karena orang tetap mau tinggal di daerah banjir. Pasalnya, di daerah matang seperti Jakarta, banjir tak mempengaruhi penjualan dan harga properti.

Regional Director Head of Strategic Consulting JLL Vivin Harsanto mengatakan, banjir yang kerap melanda Jakarta di musim hujam tak mempengaruhi permintaan atas perumahan. Sebab, selama ini tak ada laporan penurunan penjualan.

“Tapi di sini (Jakarta) kita belum lihat penurunan. Demand-nya masih ada, enggak terlalu banyak pengaruhnya,” kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (2/2).

Namun, dia memaparkan, bertahannya demand akan properti di Jakarta meski banjir, berbeda dampaknya dengan kawasan lain.

“Kalau di luar daerah mungkin itu bisa menurunkan penjualan. Pengembang akan kasih fleksibility,” jelas dia.

Tidak hanya kawasan dengan padat penduduk, kawasan elit seperti Kemang sekalipun saat ini tak terlepas dari rawan banjir.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, berikut kawasan-kawasan yang pernah dan rawan dilanda banjir selama beberapa tahun terakhir:

  1. Jakarta Utara 22 kelurahan.
  2. Jakarta Barat 20 kelurahan.
  3. Jakarta Timur 19 kelurahan.
  4. Jakarta Selatan 19 kelurahan.
  5. Jakarta Pusat 9 kelurahan.

Adapun 23 kecamatan di Jakarta yang masuk daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Cengkareng, Grogol Petamburan, Kembangan, Tanah Abang, Kalideres, Kebon jeruk, Tambora, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama.

Kemudian ada Pancoran, Pesanggrahan, Jatinegara, Tebet, Duren Sawit, Kramat Jati, Cakung, Makasar, Matraman, Cilincing, Kelapa Gading, Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok.

Selain itu, bagaimana pembangunan rumah murah di Jakarta?

Pasalnya, pembangunan rumah murah sekarang ini masih jadi perhatian masyarakat. Dengan hadirnya rumah murah, maka masyarakat berpenghasilan rendah bisa terbantu memiliki rumah dengan harga rendah.

Regional Director Head of Strategic Consulting Jones Lang LaSalle (JLL) Vivin Harsanto menjelaskan bahwa sekarang ini harga tanah di Jakarta tergolong cukup mahal. Hingga, tak memungkinkan developer menjual rumah dengan harga murah.

“Tanahnya saja sudah mahal. Tapi kita mesti lihat di area tertentu,” katanya.

Namun, jika masih masuk dalam program satu juta rumah pemerintah, itu masih memungkinkan untuk dibangun selama lahan masih tersedia.

Walau begitu, tambah Vivin, rumah vertikal seperti rusun dan apartemen jadi salah satu yang diincar pembeli karena dibanderol dengan harga ringan. Mengingat, tanah yang diperlukan tak cukup banyak untuk pembangunan rumah vertikal.