JAKARTA, INAPEX.co.id – Masyarakat yang bekerja di kawasan Jakarta dan tinggal di kota kota penyangga ibukota seperti di Jabodetabek, sudah mulai cerdas dalam hal memilih alat transportasi darat guna pergi berangkat kerja dan pulang agar tidak kelelahan dalam perjalanan.

Seperti diutarakan seorang wanita bernama Helmi Bukit (35), yang mengaku tinggal di salah satu perumahan di Cilodong – Bogor, Jawa Barat, dan setiap pagi dan sore melakukan rutinitas perjalanan pergi dan pulang dari kantornya di bilangan Pancoran.

Ketika INAPEX.co.id mengajaknya berbincang di KRL jurusan Bogor ke Jakarta Kota, dirinya memberi alasan mengapa memilih transportasi KRL dari pada naik mobil pribadi maupun bus TransJakarta.

Menurut Helmi, pertama dari sisi waktu. Dirinya dengan memanfaatkan transportasi KRL hanya membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 60 menit perjalan untuk mencapai kantornya di bilangan Pancoran.

Namun ketika memakai kendaraan roda empat pribadinya maka harus rela bersabar merayapi jalan raya Bogor. Pasalnya untuk sampai ke bilangan Pancoran dipagi hari akan membutuhkan waktu minimal dua jam.

“Itu kalau saya berangkat jam 06.00. hal yang sama ketika saya memakai angkutan umum Bus milik Pemprov Jakarta. Jelasnya, waktu lebih lama dan tidak efisien untuk angkutan selain kereta,”kata Helmi Bukit.

Kedua, lanjutnya, dari sisi biaya. Relatif lebih murah. Karena kalau memakai mobil pribadinya, dia harus merogoh kocek antara Rp100 ribu untuk perjalanan selama sehari kerja untuk membeli bensin pertamax.

“Keuntungan lain, hampir disebagian kota kota besar di dunia, alat trasportasi public berbasis kereta menjadi andalan masyarakat beraktifitas kerja, dan bebas polusi asap kendaraan. Hanya saja disayangkan sedikit, tentang jadwal keberangkatan kereta yang kurang pasti,”terang Helmi.

Ketepatan waktu alat transportasi di kota metropolitan seperti Jakarta sangat dibutuhkan. Bagi seorang komuter seperti Helmi Bukit, membayar sedikit lebih mahal bukan menjadi permasalahan. Sehingga dengan akan beroperasinya satu moda publik Mass Rapid Transit (MRT) di Jabodetabek, sangat diharapkan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta,William Sabandar menjanjikan moda tepat waktu untuk memberi solusi kemacetan jalan raya di Jakarta. Menurut dia, Untuk Jarak tempuh sepanjang 16 Km, bisa di tempuh hanya dengan 30 menit. “ Dengan estimasi jarak kedatangan antara rangkaian kereta yang satu dengan yang berikutnya hanya berkisar 5 menit. Di rencanakan akan beroperasi mulai Maret 2019,”jelas William.

Apalagi sekarang ini, imbuh William, di beberapa stasiun MRT sudah mulai di bangun hunian bertingkat yang ditawarkan kepada masyarakat. ini jelas menunjukkan singkatnya waktu perjalanan warga masyarakat yang memiliki aktifitas kerja di Jakarta tapi tinggal di kota penyangga di Jabodetabek.

“Apartemen di atas stasiun MRT bisa meminimalisir waktu keberangkatan mereka ke tempat kerja di Jakarta. Di tunjang kemampuan bayar masyarakat sudah tidak jadi permasalahan berarti,”pungkasnya. ***