Pertumbuhan harga rumah mewah di kota metropolitan Jakarta hanya 1,2 persen saja(Foto: www.arsitag.com)
Pertumbuhan harga rumah mewah di kota metropolitan Jakarta hanya 1,2 persen saja(Foto: www.arsitag.com)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Terkait pertumubuhan harga perumahan mewah di Jakarta, sekarang ini merosot di peringkat ke 26 dunia, bila di bandingkan pertumbuhan  di beberapa tahun sebelumnya yang selalu menduduki peringkat pertama.

Dalam riset Prime Global Cities Index 2018 keluaran Knight Frank, harga rumah mewah di ibu kota Indonesia ini tercatat stagnan. Tak ada pertumbuhan selama kuartal I-2018, dan hanya bergeser 0,4 persen sejak September 2017 hingga Maret 2018 atau dalam periode enam bulan.

Prime Global Cities Index melaporkan pertumbuhan harga rumah mewah di kota metropolitan Jakarta hanya 1,2 persen saja. Fakta ini sangat jauh bila di bandingkan dengan catatan tahun sebelumnya, tepatnya di tahun 2013 dan 2014. Di tahun itu, pertumbuhan harga rumah mewah mencapai 27,3 persen mengungguli 32 kota lain di dunia per tahunnya.

Timbul pertanyaan, berapa sebenarnya harga hunian mewah di Jakarta sekarang ini ?

Mengacu pada harga jual apartemen Le Parc yang berlokasi di Thamrin Nien, permeternya menyentuh harga Rp 75 juta per meter persegi. Harga tersebut menurut Sales Manager, Rajiv Vasandani, di luar PPN.

“Pertumbuhan harga per tahun untuk saat ini memang tidak terlalu pesat ya. sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Rajiv.
Memang tahun ini Jakarta harus puas di peringkat 26 dan harus mengakui keunggulan Singapura sebagai sesama kota di Asia tenggara yang telah mencapai angka pertumbuhan 5,8 persen secara tahunan serta pencapaian luar biasa yaitu 2,1 persen secara per triwulanan.

“Capaian ini menempatkan Singapura berada di posisi ke 16 dunia. Melewati Frankfurt, Toronto, Brisbane, dan Tokyo. Jakarta juga kalah dari Bangkok yang mencatat pertumbuhan harga 2,3 persen secara tahunan namun minus 2 persen secara kuartalan,” jelas Rajiv.

Lanjut Rajiv, Bangkok dua peringkat lebih baik ketimbang Jakarta, dan Geneva, bertengger di level 24 dunia. Adapun urutan nomor satu indeks ini ditempati Seoul dengan pertumbuhan harga 24,7 persen secara tahunan dan 11,6 persen secara triwulanan. Prime Global Cities Index memungkinkan investor dan pengembang untuk memonitor dan membandingkan kinerja harga perumahan utama di 43 kota kunci dunia.

Jika menengok empat tahun lalu, kata Knight Frank dari Global Prime Cities Index, ibu kota Indonesia ini sempat mengungguli 32 kota yang disurvei. Termasuk Los Angeles, Tel Aviv, Dublin, dan San Fransisco di posisi lima besar dengan pertumbuhan harga hunian 27,3 persen per tahun.

“Jakarta mengalami perlambatan tajam harga rumah. Selain Jakarta, pasar utama lainnya yang bernasib serupa adalah Dubai, Uni Emirat Arab. Secara umum, harga properti premium di 33 kota terkemuka dunia pada kuartal III tahun ini hanya bergeser 0,2 persen dan empat persen selama periode 12 bulan,”ucap Knight Frank.