Kampus Apple Berbentuk Kapal Ruang Angkasa
Kampus Apple Berbentuk Kapal Ruang Angkasa

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Sebuah bangunan yang disebut-sebut mirip dengan pesawat ruang angkasa di tengah padang Santa Clara Valley, Cupertino, California, akan jadi icon baru AS. Ini merupakan “kampus” baru untuk perusahaan berbasis teknologi informatika, Apple Inc.

Perusahaan yang didirikan Steven Paul “Steve” Jobs tersebut memang memberi julukan kantor pusatnya sebagai “kampus”.

Kantor ini digunakan untuk pusat riset pengembangan dan kreativitas, sedangkan produk hardware-nya telah menyebar di banyak negara.

 Kampus baru yang disebut Apple Park ini dapat menampung 12.000 orang pekerja. Pekerja dari kantor lama akan pindah secara bertahap pada tahun ini. Berdiri di atas lahan 70 hektar dan terdiri atas berbagai gedung.

Gedung utamanya setinggi empat lantai, lebar 50 meter, dengan mengusung konsep one infinite loop. Berbentuk lingkaran dengan diameter 500 meter dan di bagian tengahnya ada lapangan terbuka.

Ide dasarnya dari Jobs dan diterjemahkan dalam bentuk desain oleh tim arsitek Foster + Partners, dalam garis minimalis dan pola geometris.

“Desain, rekayasa teknik dan pembangunannya selaras dengan antusiasme dan prinsip desain dari karakter produk kami,” tutur Apple chief design officer ,Jony Ive.

Seluruh bagian dinding luar gedung dibalut panel kaca berukuran besar, menampakkan kesatuan antara ruang luar dan interior.

Kampus tersebut dirancang dengan konsep hijau, di mana sumber energinya dari sinar matahari yang diterima oleh panel matahari yang menyelimuti semua atap gedung seluas 26 hektar.

Lapisan tersebut merupakan panel matahari di gedung terluas di dunia yang dapat menghasilkan listrik berdaya 17 megawatt.

Gedung ini digadang-gadang jadi gedung dengan ventilasi alami terbesar sejagat, sehingga tak membutuhkan pemanas atau pendingin ruangan kecuali pada musim dingin.

“Visi Steve untuk Apple membentang lebih jauh daripada masa kebersamaannya dengan kita,” imbuh chief executive Apple Inc, Tim Cook.

Steve, imbuh Cook, berharap Apple Park dapat dijadikan pusat inovasi untuk generasi masa depan. Sebuah auditorium berkapasitas seribu tempat duduk dibangun di bagian teratas bukit dan diberi nama Steve Jobs Theatre.

Penamaan ini adalah penghormatan untuk nama pendirinya yang meninggal pada 5 Oktober 2011 karena kanker pankreas.

Kampus tersebut juga dilengkapi dengan jalur pejalan kaki sepanjang 3 km, gedung parkir dua lantai, gedung laboratorium riset,  fitness centre seluas lebih dari 9.000 m2, serta sentra pengunjung menyediakan Apple Store dan kafe yang dibuka untuk umum.

Lansekapnya seluas 46,5 hektar dipenuhi pohon-pohon, ada danau, padang rumput dan kebun buah. Pembangunan Apple Park rencananya sejak 2013 dan selesai dalam dua tahun, namun baru pada 2014 dibangun dan tahun 2017 ini siap beroperasi.