Jababeka Residence Hadirkan Ruko Hollywood Rp.1,6 Miliar
Ruko Hollywood (Foto: jababekaresidence)

 

CIKARANG, INAPEX.co.id, – PT Grahabuana Cikarang yang merupakan anak usaha PT Jababeka Tbk meluncurkan kawasan komersial, yakni SOHO Cortes dan ruko Hollywood Boulevard di wilayah Jababeka Residence, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Peluncuran dua produk tersebut untuk merespon perkembangan hunian di area Jababeka yang populasinya sekarang ini telah mencapai 1,2 juta orang dan sudah jadi tempat bisnis untuk lebih dari 1.650 perusahaan nasional dan multinasional.

 “Produk baru ini kami luncurkan setelah sukses dengan produk sebelumnya yaitu apartemen Monroe Tower tahap 1 dan 2. Produk kami ini lokasinya strategis, sekeliling ada kompleks rukos Beverly Hills, berseberangan dengan apartemen Mustika Golf Residence dan pusat grosir Save Max, serta sejajar dengan Hotel Horison dan pusat kuliner Hollywood Junction,” tutur Presiden Direktur Grahabuana Cikarang Sutedja S. Darmono, saat peluncuran produk ini di Cikarang, baru-baru ini.

Ruko Hollywood Boulevard berada di pinggir jalan besar kawasan Indonesia Movieland yang bisa digunakan untuk lokasi syuting film sebab mempunyai fasad dan ornamen unik pada dinding bangunannya.

Lokasi ruko juga dapat dibuat seperti “walk of fame” khas Hollywood sehingga konsumen dapat meminta namanya dimasukkan di walk of fame.

Ruko Hollywood Boulevard meliputi 35 unit setinggi 2,5 lantai dengan tipe 90/50 m2. Harganya dibanderol Rp.1,6 miliar yang bisa dibeli dengan cicilan bertahap 18 kali.

Produk SOHO Cortes yang dapat berfungsi sebagai hunian dan perkantoran lokasinya dekat Jababeka Green Market, Santo Leo, Sekolah Al Azhar, dan Hotel Jepang Celecton Jababeka.

Di sekitarannya juga dikelilingi lebih dari 50 ribu rumah dan dekat dengan Mayfair (Plaza Indonesia Jababeka) dan Mall Jepang.

“Tahap pertama SOHO Cortes ini telah habis terjual dengan bangunan seluas 60 m2 (2 lantai) dengan harga mulai Rp.600 jutaan. Total investasi untuk kedua produk baru ini mencapai Rp.86 miliar, kami juga menggandeng broker properti untuk mempercepat penjualan produk baru ini,” kata Sutedja.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, tidak hanya pengembangan proyek baru untuk menaikkan kinerja perusahaan (development income), tiap-tiap pengembang juga hendak memperluas porsi pendapatan berulang (recurring income) sehingga cash flow-nya berjalan terus.

Recurring income juga bisa jadi sumber pendanaan proyek-proyek yang akan dikembangkan selanjutnya selain dari pinjaman perbankan dan penjualan.

Namun, rasio pendapatan berulang biasanya cukup timpang dibanding kontribusi dari penjualan proyek. Adhi Persada Properti (APP), seperti porsi recurring income-nya sangat kecil sekitar 4 persen dari total pendapatan perusahaan.

Untuk memperkecil gap itu APP ke depan tak lagi menjual seluruh unit apartemen yang dikembangkan.

“Strategi kami di setiap tower apartemen akan kami keep dua lantai untuk disewakan, demikian properti komersial di setiap tower,” imbuh Direktur Pemasaran APP, Pulung Prahasto, kepada pers di Jakarta.