ilustrasi (Foto: dok.inapex)
ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Sejumlah investor asal Korea Selatan saat ini tengah mengincar pasar properti di Indonesia.

Bahkan, para penanam modal asing (PMA) di sektor properti tersebut juga sangat tertarik ingin membangun sejumlah proyek besar di Bali.

Kepala Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong membenarkan, investor Korsel di bidang properti berencana membangun sejumlah proyek  seperti, shopping mall, retail mall, bioskop, dan duty free shop.

Tak hanya itu, pengembangan asal Korsel itu juga berencana membangun proyek properti (residensial dan retail complex) di Tangerang, Banten.

“Investor meyakinkan shopping mall yang akan mereka bangun bisa membantu mempromosikan produk-produk hasil dalam negeri,” kata Thomas.

Ia menambahkan produk domestik yang dapat dipromosikan tersebut seperti, buah-buahan, sayuran, hasil agrobisnis, pakaian, dan lainnya. Selain itu, pengembang asing itu juga akan bermitra dengan UKM di dalam negeri.

Mantan Mendag itu juga mengaku bahwa pihaknya sudah mengarahkan investor agar berperan dalam upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan disektor pariwisata.

“Dengan membangun hotel dan resort di sepuluh destinasi wisata yang saat ini menjadi prioritas pemerintah. Sektor pariwisata di daerah juga sedang berkembang sangat pesat,” kata Thomas.

Misalnya, pembukaan rute penerbangan Manado–Guangzhou oleh Sriwijaya Air yang membuat kunjungan turis asal Tiongkok meningkat tajam.

“Sebelum ada LCC, kunjungan turis ke Manado hanya 12 ribu orang setahun. Sekarang 12 ribu per bulan,” katanya.

Kemudian seiring dengan terus meningkatnya angka kunjungan wisata, kebutuhan hotel, resort, leisure, dan entertainment menjadi sangat besar. “Investor harus melihat peluang besar tersebut,” paparnya.

Secara terpisah, Pejabat Promosi Investasi IIPC Seoul Imam Soejoedi mengakui, pemerintah berupaya mengarahkan para investor yang tertarik pada investasi proyek-proyek properti.

Langkah itu, terlihat mulai dari pengembangan proyek residensial maupun ritel, untuk tidak hanya mengincar kota-kota yang sekarang ini sudah berkembang.

Melainkan juga kota-kota yang ke depannya memiliki prospek besar menjadi metropolitan. “Sehingga ada persebaran ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi daerah itu,” ucap Imam.