Rumah tahan gempa. (Foto: inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Inovasi baru yaitu membangun hunian tetap (huntap) hanya dalam kurun waktu lima hari, diharapkan jadi pertimbangan bagi para pelaku usaha properti.

Pasalnya, mayoritas pengembang properti masih melakukan dengan cara konvensional. Apalagi, hunian dibangun dengan cara konvesional bisa menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

Namun, PT Tatalogam Lestari menawarkan pembangunan huntap lebih cepat dan efisien. Tatalogam Lestari menamakan inovasi tersebut Domus yaitu sebuah rumah permanen instan dan tahan gempa.

Perusahaan ini, awalnya menghadirkan pembangunan rumah tetap dengan cara instan karena lamanya waktu pembangunan dengan cara konvensional.

“Awalnya dari program sejuta rumah, kalau dilihat dari cara pengerjaan konvesional lama jadinya,” kata Andi, seorang technical support Tatalogam Lestari, di Jakarta, belum lama ini.

Bermodal bahan dasar baja ringan, menjadi salah satu kunci pembangunan suatu hunian menjadi lebih cepat. Pada dasarnya, pembangunan huntap Domus ini sama dengan hunian pada umumnya, yaitu pondasi dengan beton. Namun, yang membedakan adalah rangka bangunan, kolom praktis, dan rangka atap menggunakan baja ringan.

Selanjutnya, Domus hunian tetap instan ini juga menggunakan kombinasi dinding bata ringan, genteng metal. Pelaksanaannya tinggal dirakit sesuai kebutuhan. “Jadi tidak perlu menunggu coran kering dulu, pengerjaannya bisa paralel,” jelas Andi.

Menurutnya, penyelesaian satu hunian tetap selama lima hari hitungannya untuk rumah tipe 21. Di mana melibatkan empat orang tukang. “Huntap itu 5 hari selesai, karena pakai baja maka lebih lama waktu keruntuhannya dibanding pakai beton,” katanya.

Teknologi Domus dapat diaplikasikan untuk bangunan rumah tinggal, pasar, ruko, pabrik, gudang, dan lain-lain. Dengan kemampuan kecepatannya dalam proses membangun tersebut menjadikan Domus sebagai teknologi yang cocok dalam membangun rumah bagi korban bencana alam.

Harga untuk satu unit rumah pun terbilang murah. Untuk tipe 21 ditaksir sekitar Rp 30-70 jutaan. Adapun, cara untuk memesannya terbilang mudah yaitu bisa melalui aplikasi SiMantAPP.

Aplikasi itu bisa diunduh pada smartphone dan tersedia untuk android dan apple. Dari aplikasi tersebut, terdapat pilihan tipe rumah dan estimasi harga. “Jadi ada paket rangka, paket putih, dan paket komplit,” ujarnya.

Ia menambahkan, paket rangka itu hanya sebuah kerangka hunian meliputi rangka praktis, kuda-kuda, plafon, genteng, dan cladding. Paket putih, merupakan tambahan dari paket rangka yang meliputi bata ringan, roster keramik, kloset, kran, jendela, dan pintu penutup plafon.

Sedangkan paket komplit, juga tambahan dari paket putih yang meliputi plesteran plus aci bagian dalam dan luar rumah, serta pengecatan.