Ilustrasi (Foto: dok.inapex).
Ilustrasi (Foto: dok.inapex).

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Untuk mengawali kehidupan baru dalam mengarungi bahtera rumah tangga, merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi pengantin baru. Biasanya pasangan pengantin baru ini, harus berhadapan pada pilihan yang tak mudah yaitu untuk dapat memutuskan untuk tinggal dirumah sendiri atau dirumah mertua.

Persoalan ini terlihat tidak begitu penting, namun perlu diketahui bagi pasangan pengantin baru tentang baik buruknya tinggal di rumah mertua sebelum mengambil keputusan akan berdampak pada keharmonisan rumah tangga Anda.

Inilah pertimbangan baik buruknya untuk tinggal dirumah mertua:

1. Tinggal di Rumah Sendiri

Tinggal di rumah sendiri, entah itu di rumah yang dibeli atau disewa, akan memberikan privasi ketika Anda dan pasangan mulai mengenal satu sama lain semakin mendalam. Kendati sejumlah nilai baik buruknya pasti akan dirasakan yaitu;

BAIKNYA:

Bisa menata hunian sebebas mungkin dan menyalurkan kreativitas saat mendekorasi interior.
Bisa lebih leluasa menikmati waktu bersama di rumah tanpa ada seorang pun yang mengganggu.
Bisa lebih nyaman bekerjasama melakukan berbagai aktivitas sehingga bisa saling mengenal dengan lebih lagi. Anda akan dinilai lebih mandiri dan mapan karena tidak bergantung ikut tinggal di rumah mertua.

BURUKNYA:

Menjadi lebih boros karena harus membayar uang sewa jika menyewa hunian atau membayar cicilan jika membelinya. Jika telah dikaruniai anak serta pasangan sama-sama bekerja, maka Anda mau tak mau harus menggunakan jasa pengasuh. Hal ini tentu menjadi masalah tersendiri karena tidak mudah mendapatkan pengasuh yang bisa sepenuhnya diandalkan.

2. Tinggal di Rumah Mertua

BAIKNYA:

Bisa memperhatikan kehidupan mertua seperti orang tua sendiri dan menjaganya di hari tua.
Jika sudah memiliki anak dan Anda beserta pasangan sama-sama bekerja, maka bisa lebih tenang meninggalkannya di rumah karena ada mertua Anda yang membantu mengawasinya.
Jika mertua Anda memiliki kondisi finansial yang baik, maka Anda bisa lebih berhemat karena pengeluaran di rumah bisa dibagi bersama pihak mertua yang ikut menanggungnya. Namun jika tidak, maka Anda harus ikut menanggung pengeluaran tersebut karena itulah kewajiban seorang menantu yang menikah dengan anaknya.

BURUKNYA:

Bisa sering terjadi perselisihan karena ada perbedaan pendapat antara Anda dan mertua mengenai cara membangun sebuah keluarga/rumah tangga. Orang lain mungkin akan menilai Anda belum mandiri, karena masih tinggal bersama mertua seusai menikah. Anda dan pasangan akan merasakan beban pikiran dan finansial yang besar jika sudah bertahun-tahun tinggal di rumah mertua.

Oleh sebab itu, bicarakan baik-baik hal ini antara Anda dan pasangan, beserta mertua. Tentukan sendiri pilihan Anda untuk segera memiliki rumah sendiri ataupun tetap bertahan tinggal dirumah mertua.