Fakta Kelebihan Investasi Properti. (Foto: dok.inapex)
Fakta Kelebihan Investasi Properti. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Seperti halnya dengan deposito, saham, dan emas, disektor property merupakan instrumen investasi yang sangat menjanjikan.

Misalnya, ketika memiliki rencana untuk membangun sebuah usaha di hari tua dalam jangka waktu tertentu, investasi dibutuhkan untuk menyimpan uang.

Ini lebih baik, ketimbang menyimpan uang tunai yang berisiko hilang, atau menabung di bank yang kemungkinan besar tergerus oleh inflasi mata uang. Sebagai pertimbangan, jenis investasi yang paling disarankan yaitu investasi yang secara nilai tidak berkurang jika dibutuhkan.

Bahkan akan lebih baik lagi, jika investasi tersebut bisa memberi keuntungan. Dan harga properti, terus meningkat setiap tahun. Berikut terdapat 5 fakta kelebihan investasi properti, jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain yaitu:

TAK PERLU DIPANTAU

Berbeda dengan bermain saham yang harus dipantau sepanjang hari untuk melihat kenaikan harga saham yang dibeli, harga properti cenderung naik secara konsisten. Hal itu disebabkan tingkat kebutuhan akan hunian yang terus meningkat.

HARGA KONSISTEN

Seperti diketahui sebelumnya, harga properti cenderung naik, tidak turun. Di Indonesia sendiri, penurunan siklus properti terjadi dalam kurun waktu lima tahun, namun begitu harganya tetap tidak turun. Hanya peminatnya yang sedikit berkurang namun akan tetap melambung lagi begitu siklus tersebut di lewati.

BISA DICICIL

Kelebihan lain yaitu transaksi barang properti bisa dicicil. Artinya, jika ingin berinvestasi untuk properti di harga Rp500 juta, investor tidak harus memiliki uang tunai sebanyak itu juga. Namun juga bisa dicicil dengan cash bertahap, atau Kredit Pemilikan Rumah, meski tentu saja ada bunga yang harus dibayarkan.

SIFAT MANFAAT

Ada pihak yang mengaku melakukan kesalahan ketika berinvestasi properti, ia membeli rumah yang katanya tidak ada kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir. Namun, begitu diminta untuk terus bersabar, hingga akhirnya kesabarannya membuahkan hasil.

Tepatnya pada tahun 1998, ia membeli properti di kawasan Maja dengan cicilan KPR sekitar Rp70 ribu per bulan. Sekarang, berapa nilai uang Rp70 ribu? Dan, berapa harga properti di kawasan Maja? Selalu ada perbaikan, meski membeli properti di lingkungan yang tak tersentuh sekali pun.

TAK HARUS JUAL

Agar memperoleh laba keuntungan, saham harus dijual begitu harganya tinggi, begitu juga dengan emas, tetapi tidak untuk properti, karena investor bisa mendapat laba dengan menjaminkan properti yang dimilikinya.

Sebagai contoh, jika saat ini beli properti seharga Rp500 juta, lima tahun kemudian harganya sudah naik menjadi Rp800 juta.

Maka surat-suratnya bisa dijaminkan ke bank untuk mendapat pinjaman dengan nilai tersebut (Rp800 juta). Di situ, kita sudah mendapat laba Rp300 juga dengan tetap bisa menikmati kepemilikan atas properti tersebut.