Rumah Mewah Pejabat Makamah Agung Dibandrol Rp.4 Miliar
Peminat rumah mewah di Banyumas menurun. (Foto: dok.inapex)

 

BANYUMAS, INAPEX.co.id – Ternyata ini yang menjadi penyebab banyak pengembang mulai melirik Kabupaten Banyumas sebagai lokasi proyek perumahan.

Fakta itu juga didukung adanya jalur regional yang menghubungkan kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui Banyumas. Sehingga kota ini menjadi pusat simpul jalur transportasi dan distribusi.

Menurut sistem perkotaan di Jawa Tengah, peran dan fungsi Banyumas adalah sebagai pusat utama wilayah pembangunan poros di Kabupaten Cilacap, Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara.

Namun belakangan ini pengembang dunia property di wilayah ini mulai mengeluhkan menurunnya bisnis perumahan tipe sedang hingga mewah. Ketua Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Banyumas, Alam Priyanto menyebutkan, tipe rumah yang sulit terjual adalah rumah yang dijual dengan harga Rp 250 juta ke atas.

”Kondisi ini, sebenarnya tidak hanya berlangsung sepanjang tahun 2017. Tapi sudah berlangsung sejak dua tahun sebelumnya. Sejak itu, tingkat pembelian rumah tipe sedang hingga mewah, terus mengalami penurunan,” jelas Alam Priyanto.

Untuk mengantisipasi penurunan pemasaran rumah sedang-mewah di Banyumas, kata Alam Priyanto, kalau pihak REI Komisariat Banyumas terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak tingkat penjualan. Antara lain dengan secara berkala melaksanakan pameran perumahan dan percepatan pembangunan.

Di sisi lain, Priyanto menegaskan, jika di tahun yang sama ini ada perbedaan mencolok. Lesunya tingkat penjualan rumah tipe sedang dan menengah, berbeda jauh dengan tingkat penjualan rumah sederhana yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Pemasaran rumah subsidi ini cukup baik, dan bahkan cenderung cukup meningkat. Sejak awal tahun hingga bulan Oktober 2017, bisa terjual sebanyak 500 unit rumah,”terang Alam Priyanto.

Besarnya minat konsumen rumah kelas sederhana ini, lanjut Alam, selain murah dan disubsidi pemerintah, juga bentuk pembayarannya lebih mudah. Karena menerapkan pembayaran tetap, dari pembayaran bulan pertama hingga bulan terakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (PMPP) Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas, Herni Sulastri, menegaskan, penyumbang nilai investasi terbesar yang ditanamkan di Kabupaten Banyumas adalah dari sektor perumahan.

”Dari target investasi sepanjang tahun 2017 sbesar Rp 252 miliar, sumbangan terbesar memang dari sektor perumahan. Nilainya mencapai 36 persen, atau sebesar Rp 113,04 miliar,” jelasnya.